Rumah Baru

Pak Haji meninggal.

Begitulah kalimat pertama yang muncul dari ibu pemilik kios tempat saya langganan belanja sayuran. Karena bingung dan tak ngerti dengan ‘Pak Haji’ yang beliau maksud, saya pun bertanya, “Pak Haji siapa bu?”

“Suami saya,” ia menjawab.

Barulah saya ngerti….

Ibu itu pun melanjutkan ceritanya.

Suaminya, Pak Haji, meninggal hari Kamis sekitar dua minggu yang lalu. Almarhum bahkan sempat ngomong ke cucu-cucunya bahwa sebentar lagi ia akan pulang ke rumah barunya yang indah, dan akan pulang sebelum Lebaran.

Ibu itu menyangka almarhum ingin pulang ke Makassar, tempat asal mereka. Ternyata bukan. Maksudnya adalah pulang kepada Tuhan, Sang Pencipta.

Ibu itu bilang bahwa almarhum adalah orang yang baik, dan beliau percaya Tuhan menerima segala amal ibadah yang telah almarhum lakukan selama ini.

Ibu itu menyeka air matanya. Mungkin sedih atau terharu karena teringat kepada almarhum. Mereka telah menikah dan hidup bersama selama lebih dari lima puluh tahun.

Saya pernah beberapa kali berjumpa almarhum ketika berbelanja di kios mereka. Orangnya ramah, mau menyapa pembeli, dan murah senyum. 🙂 Persis seperti ibu itu, istrinya. 🙂

Hari ini masih dalam suasana memperingati kenaikan Yesus, yang pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita di surga, rumah baru bagi semua orang yang percaya kepadaNya.

Percayalah kepada Allah, dan percayalah kepadaKu juga. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagi kalian. Aku tidak akan berkata begitu kepadamu, sekiranya itu tidak demikian.

Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada.” (Yohanes 14:1b-3, alkitab BIS)

Akan tiba saatnya nanti kita pun akan pulang ke rumah baru kita, tempat di mana Tuhan akan menyeka segala air mata; kematian tidak akan ada lagi; kesedihan, tangisan, atau kesakitan pun akan tidak ada pula. (Wahyu 21:4, alkitab BIS)

Deskripsi rumah baru kita yang sangat indah itu akan seperti….

Kota itu berkilauan seperti batu permata, seperti batu baiduri pandan yang bening seperti kristal. Tembok sekelilingnya tinggi besar, dengan dua belas pintu gerbang, dan dijaga oleh dua belas malaikat…

Tembok kota itu dibuat dari batu baiduri pandan, sedangkan kotanya sendiri dari emas murni, bening seperti kaca. Batu-batu pondasi kota itu dihiasi dengan segala macam batu permata…. Batu baiduri pandan, batu nilam, batu yakut, batu zamrud, batu baiduri sepah, batu delima, batu ratna cempaka, batu pirus, batu topas, batu krisopras, batu lazuardi, dan batu kecubung…” (Wahyu 21:11-21, alkitab BIS)

Berhubung saya enggak ngerti dunia per-batu-an, saya pun mencari deskripsi kedua belas batu yang disebutkan di atas di mbah gugel. Hasilnya, ternyata…. setiap batu tersebut indah banget ya 🙂 Jadi bayangkanlah kedua belas jenis batu tersebut yang akan menjadi pondasi rumah baru kita kelak 🙂 Semua pasti pada pengen tinggal di sana ya? 🙂

Hidupilah Yesus dalam diri kita dan perhatikan baik-baik cara hidup kita. (Efesus 5:15) Tunjukkan belas kasihan, baik hati, rendah hati, lemah lembut, tahan menderita, sabar satu sama lain, saling mengampuni jika ada yang menaruh dendam terhadap yang lain. Tuhan dengan senang hati mengampuni kita, jadi kita pun harus mau mengampuni satu sama lain. (Kolose 3:1-17, alkitab BIS)

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s