Dua Hari yang Lalu

Dua hari yang lalu, pas pagi-pagi, kepala saya sakit. Padahal, sehari sebelumnya, saya udah kadung bikin janji untuk bertemu seseorang.

Jadi, walaupun kepala sakit dan rasanya cuman pengen rebahan doang, saya memaksa diri bangkit dari tempat tidur dan pergi keluar rumah. Apalagi, saya udah berdoa agar Tuhan memberi waktu, kesehatan, kekuatan, serta semangat untuk menjalani hari sesuai kehendak Tuhan. Jadi saya harus menghidupi doa saya tersebut.

Sekitar jam dua siang, setelah selesai bertemu seseorang tadi, saya pengen langsung pulang ke rumah agar bisa istirahat sebentar sebelum sorenya pergi lagi untuk melakukan berbagai panggilan tugas hingga malam hari. 🙂 Namun, saya merasa Tuhan Yesus memanggil saya begitu keras untuk menjenguk salah satu kawan kami yang sedang dirawat di rumah sakit. Apalagi karna jarak rumah saya sangatlah dekat ke rumah sakit tersebut, saya merasa seakan tak berperasaan jika tidak menjenguk kawan kami di sana.

Jadi, selama menyetir dari tempat pertemuan janji pertama tadi menuju rumah saya, saya terus menimbang-nimbang dalam pikiran, apakah akan menjawab panggilan Tuhan untuk menjenguk kawan saya di rumah sakit, atau lebih baik pulang dan istirahat sebentar di rumah, karna setumpuk tugas masih menunggu di depan mata.

Sebetulnya, kawan-kawan kami sekomunitas sudah berencana akan menjenguk kawan kami yang sakit itu, sorenya. Masalahnya, saya tak bisa ikut kalo sore. Saya hanya punya waktu di siang hari itu.

Aha, itulah dia jawabannya. Saya punya waktu. Saya masih punya waktu.

Jadi pilihannya sekarang berada di tangan saya, apakah waktu yang saya miliki itu akan saya gunakan untuk mengistirahatkan tubuh, atau untuk menjenguk kawan yang sedang sakit.

Saya telah mengkalkukasi dalam pikiran saya, apabila saya pergi menjenguk ke rumah sakit, maka waktu yang akan saya gunakan untuk beristirahat akan sangat sedikit atau bahkan nihil. Namun jika tidak pergi, waktu saya untuk beristirahat akan lumayan panjang.

Saya lalu memosisikan diri saya dengan kawan yang berbaring di rumah sakit itu. Bagaimana jika saya berada dalam posisinya? Bagaimana jika saya yang sedang sakit? Saya pasti senang jika dikunjungi teman-teman. 🙂

Saya pernah baca, katanya, ketika seseorang sedang berduka atau sedang dalam kondisi kurang sehat, mereka sangat jarang mengingat apa yang dikatakan oleh orang-orang yang datang menjenguk. Mereka cuma ingat bahwa ada orang yang datang berkunjung, dan itu membuat mereka merasa berharga dan semakin tabah menjalani hidup. 🙂

Maka, ketika jalan menuju rumah saya terlihat semakin dekat, saya pun memutuskan untuk memenuhi panggilan Tuhan dan pergi ke rumah sakit.

**

 

Kita hidup di dunia ini membutuhkan topangan tangan Tuhan yang menjadi sandaran hidup kita. Topangan tangan Tuhan yang tidak terlihat itu dapat dilihat dari tangan orang-orang yang datang menolong kita di sepanjang kehidupan ini.

Hari ini kita mungkin dipakai Tuhan untuk menopang kehidupan orang lain. Esok hari, kemungkinan merekalah yang dipakai Tuhan untuk menopang kita.

Hidup ini mestilah pintar merasa, bukan merasa pintar. Pekalah memahami sesama.

Ada yang bilang, hidup ini adalah soal penantian. Menanti pagi, menanti malam, menanti makan, menanti jodoh, menanti pekerjaan, menanti sembuh, dan menanti seterusnya.

Masalah penantian adalah fokus. Fokus kepada Tuhan yang memberi janji, bukan kepada apa yang kita nantikan, seperti yang dilakukan nabi Nuh. Diperkirakan, selama 120 tahun nabi Nuh membangun bahtera sambil mengajak orang-orang bertobat karena Tuhan akan mendatangkan banjir besar.

Kalo kita fokus kepada yang kita tunggu, atau fokus kepada masalah kita, kita akan menjadi lelah dan bimbang. Namun, kalo kita fokus kepada Tuhan, IA akan menguatkan kita melakukan berbagai hal yang mendatangkan kebaikan bagi sesama kita, melampaui keterbatasan kita. 🙂

 

 

 

 

3 thoughts on “Dua Hari yang Lalu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s