Permintaan Salomo

Jika ada kesempatan dari Tuhan, “kita mau minta apa”, jawaban apa akan kita berikan?

Sewaktu Tuhan berkata kepada Salomo, “Mintalah apa yang kau inginkan, itu akan Kuberikan kepadamu,” ia meminta agar Tuhan memberinya hikmat kebijaksanaan yang diperlukan untuk memerintah bangsa Israel dengan adil, dan untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Waktu itu, Salomo menjadi raja menggantikan ayahnya, Daud, ketika ia masih sangat muda. Mendengar jawaban Salomo, Tuhan senang. Karna itu, bukan hanya kebijaksanaan yang Ia berikan, melainkan juga seumur hidupnya Salomo akan kaya, dan dihormati melebihi raja lain yang mana pun juga.

Seumur hidup Salomo selama ia menaati Tuhan dan hidup dalam hukum-hukumNya, rakyat di seluruh kerajaannya hidup aman dan tentram. Semua raja di sekitarnya takluk kepadanya, dan semua bangsa dari negara-negara di sekitar kerajaannya bersahabat dengan dia.

Mari kita tinggalkan Salomo sejenak dan menilik sedikit tentang apa itu hikmat kebijaksanaan yang ia minta dari Tuhan:

  • Tuhanlah yang memberikan hikmat; dari Dialah manusia mendapat pengetahuan dan pengertian.” (Amsal 2:6 BIS, Faedah memiliki hikmat)
  • “Hanya Allah tahu tempat hikmat berada, hanya Dia mengetahui jalan ke sana (Ayub 28:23 BIS).
  • Allah berkata kepada manusia, “Untuk mendapat hikmat, Allah harus kamu hormati. Untuk dapat mengerti, kejahatan harus kamu jauhi.” (Ayub 28:28 BIS)
  • Tetapi yang memberi hikmat kepada manusia, hanyalah Roh Allah Yang Mahakuasa. Orang menjadi bijak, bukan karena lanjut umurnya; orang mengerti yang benar, bukan karena usianya. (Ayub 32:8-9 BIS)
  • Kalau di antaramu ada orang yang bijaksana dan berbudi, hendaklah ia menunjukkannya dengan hidup baik dan dengan melakukan hal-hal yang baik, yang disertai kerendahan hati dan kebijaksanaan. (Yakobus 3:13 BIS)
  • Hikmat selalu ada di dalam pikiran orang berbudi; tapi tertindas dalam pikiran orang bodoh (Amsal 14:33 BIS).
  • Orang yang mempunyai kebijaksanaan yang dari atas (dari Tuhan), ia murni, suka berdamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik (Yakobus 3:17 BIS).
  • Untuk memperoleh ilmu sejati, pertama-tama orang harus mempunyai rasa hormat dan takut kepada Tuhan. Orang bodoh tidak menghargai hikmat dan tidak mau diajar (Amsal 1:7 BIS).
  • “Tetapi orang yang mendengarkan aku (hikmat) akan terpelihara. Ia hidup dengan aman dan tak perlu takut.” (Amsal 1:33 BIS, Suara hikmat)
  • Dengan hikmat, Tuhan menciptakan bumi; dengan akal budiNya, Ia membentangkan langit di tempatNya…. Berpeganglah pada hikmat dan pada pertimbangan yang matang, anakku! Jangan sekali-kali melepaskannya, maka hidupmu akan terpelihara – indah dan menyenangkan. (Amsal 3:19-22 BIS)
  • Hargailah hikmat, maka hikmat akan melindungimu; cintailah dia maka ia akan menjaga engkau agar tetap aman (Amsal 4 BIS).
  • Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat (Amsal 19:20 BIS).

 

Demikianlah Tuhan memberikan kepada Salomo hikmat dan pengetahuan yang luar biasa, serta pengertian yang amat dalam. Ada 3.000 pepatah, dan lebih dari seribu nyanyian yang ditulisnya.

Kita dapat menemukan beberapa pemikiran Salomo dalam kitab Amsal, Kidung Agung, dan Pengkhotbah. Raja-raja di seluruh dunia mendengar tentang kepandaian Salomo sehingga mereka mengutus orang kepadanya untuk mendengarkan dia. Alkitab mencatat, Salomo adalah satu-satunya orang paling bijaksana dan berpengetahuan yang pernah ada.

Tuhan juga memberikannya bonus umur panjang, dengan peringatan, agar ia menaati Tuhan seperti Daud, ayahnya, serta mengikuti hukum-hukumNya. Dan semasa Daud masih hidup, ia pernah mengingatkan Salomo agar Salomo melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dan menaati hukum-hukumNya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa.

Beberapa kali setelah Salomo memerintah sebagai raja, Tuhan juga masih mengingatkan Salomo agar ia selalu mengabdi kepadaNya dengan tulus hati dan jujur, dan menaati semua hukum dan perintahNya. Karena jika Salomo menaati Tuhan, maka Tuhan akan terus menyertai. Namun jika sebaliknya, maka Tuhan akan meninggalkannya.

**

Tiap manusia memiliki kelemahan, dan Tuhan tau di titik mana persisnya kelemahan kita tersebut. Karena itu, dari jauh hari IA memperingatkan kita dengan berbagai cara, agar kita tetap berada di jalurNya. Salomo dari awal telah diperingatkan ayahnya. Bagaimana dengan kita?

Dari kita masih sangat muda sampe udah gede, kemungkinan besar udah banyak banget kita terima wejangan, nasihat, maupun peringatan baik-baik dari berbagai manusia yang mengasihi kita, yang kita temui di sepanjang kehidupan kita. Melalui merekalah Tuhan berbicara kepada kita, agar kita tetap berada di jalurNya.

Selain itu, peringatan ini kita peroleh melalui ayat peneguhan sidi. Ada yang masih ingat apa ayat sidinya? 🙂 Saya masih dong 😀 😀 😀 Saya cerita dikit ya tentang proses peneguhan sidi. 🙂

Di jaman saya, kami, para remaja yang masih sangat muda, belajar tentang kekristenan, tentang alkitab, tentang arti beriman kepada Yesus, selama sekitar setahun di gereja kami. Di akhir masa belajar, anak didampingi orangtua datang bersama untuk mengambil ayat emas atau ayat peringatan. Orang batak bilang: hata sipaingot. 🙂

Waktu itu, ayat-ayat yang telah ditulis dalam potongan kertas kecil, digulung satu per satu, lalu dimasukkan ke dalam wadah. Kemudian pendeta memimpin doa sebelum proses pengambilan ayat emas dimulai.

Setelah doa, kami masing-masing sesuai giliran mengambil ayat-ayat yang telah disiapkan dari dalam wadah, lalu gulungan kertas kami buka, dan kami bacakan di hadapan orang-orang yang hadir. Nah, ayat inilah yang menjadi ayat peringatan dalam peneguhan sidi, dan ayat untuk tiap anak beda-beda. 🙂

Kenapa mesti ayat alkitab? Karena alkitab adalah firman Tuhan, penunjuk arah atau panduan dari Tuhan, yang mengajari bagaimana manusia mesti hidup menghormatiNya.

Sekarang, coba cek lagi ayat sidi kita. 🙂 Siapa tau selama ini kita telah hidup melenceng dari yang telah tertulis di sana, seperti yang telah diperingatkan Tuhan. 🙂

**

Salomo memiliki banyak istri dan mencintai banyak wanita asing yang menyembah ilah-ilah selain Tuhan. Merekalah yang menyebabkan Salomo meninggalkan Tuhan, sehingga pada waktu ia sudah tua, mereka berhasil membujuknya menyembah ilah-ilah lain. 😦

Daud, ayah Salomo, setia kepada Tuhan, walaupun ia pernah tersandung dosa ketika berselingkuh dengan ibu Salomo (2 Samuel 11-12). Daud meminta pengampunan dengan tulus kepada Tuhan, dan Tuhan mengampuninya. Meskipun begitu, akibat kesalahannya, ada konsekuensi dari Tuhan yang mesti ditanggungnya.

Karena dengan sadar Salomo meninggalkan Tuhan, dan melanggar perjanjiannya dengan Tuhan, Tuhan menghukumnya dengan membangkitkan orang-orang di sekitarnya memusuhi dia, dan membuat kerajaan Israel pecah menjadi dua. 😦 Sedih banget ya 😦

Orang yang meninggalkan Tuhan, hidupnya pahit dan beracun. “Jadi jagalah jangan sampai seorang pun di antara kamu, laki-laki atau perempuan, keluarga atau suku yang berdiri di sini, berbalik dari Tuhan Allah kita untuk menyembah ilah-ilah bangsa lain. Perbuatan itu seperti akar yang tumbuh menjadi tanaman pahit dan beracun (Ulangan 29:18 BIS, bacalah keseluruhan Ulangan 29:16-29, Akibat-akibat Ketidaksetiaan Kepada Tuhan).

**

Tuhan tau bahwa hati manusia memiliki kecenderungan untuk sesat menyembah berhala dan meninggalkan Dia. Jika kita sangat ingin sesuatu (atau sangat mencintai sesuatu), lebih daripada menginginkan Tuhan (atau lebih daripada mencintai Tuhan), itulah berhala kita. 😦

Masing-masing kita memiliki titik kelemahan, seperti halnya Salomo. Karena itulah Tuhan memperingatkannya, dan kita, sedari awal.

Gantung harapan kita kepada Tuhan saja. Harta, kekuasaan, kesehatan, dan lainnya adalah pemberian Tuhan yang mesti kita gunakan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita. Jika kita kurang berhikmat, mintalah kepada Tuhan.

Banyak dari kita meminta sesuatu yang belum pas waktunya, dan meminta sesuatu yang tidak pas buat kita. Mintalah kepada Tuhan hanya apa yang kita perlukan. Seperti kata Salomo saat ia masih berhikmat, “Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan. Sebab, apabila aku kaya, mungkin aku akan berkata bahwa aku tidak memerlukan Engkau. Dan jika aku miskin, mungkin aku akan mencuri sehingga mencemarkan namaMu.” (Amsal 30:8b-9 BIS) Kalo lapar, mintalah makan. Kalo haus, mintalah minum.

* kisah hidup Raja Salomo dapat dibaca dalam kitab 1Raja-raja 1-11.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s