Katak

Sewaktu masih zaman berkirim pesan secara massal lewat email (kadang satu pesan bisa dikirim sampe ke 40 orang atau lebih), saya pernah menerima satu pesan, berisi cerita renungan tentang katak. Inti ceritanya gini: ada satu katak yang kerap dicemooh katak-katak lain saat si katak ini berusaha berjuang menggapai cita-citanya. Namun, si katak ini terus saja melompat maju hingga yang ia cita-citakan tercapai. Kenapa bisa? Apa rahasianya?

Di akhir cerita, diberitahu bahwa katak tersebut ternyata memiliki gangguan pendengaran, sehingga ia tidak dapat mendengar ucapan dari katak-katak lain. πŸ™‚

Walau tak bisa dengar, mungkin saja si katak ini pernah baca pesan dari katak lain yang isinya juga mencemooh atau melemahkan jiwa, yang kadang mungkin bisa membuatnya putus asa, kan? Namun, ia tetap melompat maju, meninggalkan semua di belakangnya. πŸ™‚ Luar biasa ya! πŸ™‚

Cerita si katak ini bisa dipastikan adalah perumpamaan. Masing-masing kita telah diberi karunia atau talenta oleh Tuhan. Entah itu karunia suara bagus, karunia jeli melihat peluang bisnis, karunia mengatur orang lain, karunia bebersih, karunia beberes, karunia jeli berkata-kata, karunia suka kerapihan, karunia suka memasak, karunia menolong orang lain, dan masih banyak lagi berbagai karunia lainnya.

Karunia atau talenta ini kita gunakan dengan sungguh-sungguh untuk mendatangkan kesejahteraan dan memberkati orang lain. Karena Tuhan memperhatikan apa yang kita kerjakan, dengan apa yang IA berikan melalui segala karunia yang ada pada kita.

Tidak perlu membandingkan apa yang telah kita perbuat dengan apa yang telah orang lain perbuat. Karena hal itu akan mendatangkan iri hati, dengki, cemburu, yang dapat berakibat fatal, seperti yang dilakukan Kain terhadap Habel. Itu hanya akan membuat hidup kita merana.

Segera tinggalkan situasi yang membanding-bandingkan, karena itu racun melemahkan jiwa. Ayo fokus lagi kepada tujuan yang telah diberikan Tuhan dalam hati dan pikiran kita.

Abaikan cemoohan. Namun bila ada yang beri teguran atau peringatan yang membangun, mungkin ada baiknya berhenti dulu dan renungkan.

Teguran yang membangun, yang biasanya mendatangkan kebaikan, yang mengusahakan perdamaian, kerukunan, maupun persatuan, itu pantas untuk didengar. Barangkali Tuhan memang menggunakan mereka untuk berbicara kepada kita, karena mungkin memang ada yang harus diperbaiki dari cara hidup kita yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan merugikan orang lain.

Mungkin tanpa kita sadari, kita menjadi sombong dan angkuh. Tuhan menentang orang yang sombong, namun sebaliknya IA mengasihi dan memberkati orang yang rendah hati. πŸ™‚

Berhenti mencari-cari kekurangan, dan berhenti bersungut-sungut. Belajarlah untuk melatih pikiran dan ucapan kita agar mendatangkan kebaikan. πŸ™‚

Ingatlah, Tuhan telah berbuat baik kepada kita, maka kita pun berbuat baik kepada orang lain. Karena Tuhan telah memberkati kita, maka berkatilah orang lain. πŸ™‚

Hidup itu jika disertai rasa syukur kepada Tuhan, akan mendatangkan kebahagiaan. πŸ™‚

 

 

 

4 thoughts on “Katak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s