Nyetir di Kota Satelit

Hari Rabu siang kemarin, saya berencana mau nyari vitamin di Revo Town, Bekasi. Vitamin yang saya cari itu biasanya ada di apotik Guardian, Century, dan semacamnya. Nah, karna biasanya mall-mall besar punya apotik kek gitu, saya pun yakin di Revo Town pasti ada.

Dengan berbekal googlemaps, saya pun berangkat dan mengikuti semua arahannya, sampe akhirnya Revo Town kelihatan. Tapi karena pintu masuknya enggak begitu jelas kelihatan, saya pun kelewatan. Dan dengan pikiran, “Mungkin ada jalan masuk lain dari samping….” saya pun membawa mobil melewati jalan yang saya pikir akan ketemu dengan jalan masuk lain, tapi ternyata tidak.

Saya langsung terkesiap, karna yang saya temukan justru adalah hal yang tidak saya harapkan: gerbang tol dengan tiga atau empat gardu.

Saya pun memperlambat mobil dan meminggirkannya, dan akhirnya sadar bahwa satu-satunya jalan masuk adalah yang kelewatan tadi itu. Ingin mundur, tapi keknya enggak mungkin. Karna kendaraan terus menerus muncul dari belakang.

Oh, Tuhan… bagaimana ini? Saya bertanya dalam hati. Keringat mulai muncul karena rasa takut mulai menyergap.

Masak mesti lewat tol? Saya belum siap untuk nyetir melewati tol… Ujar saya lagi dalam hati.

Siang itu saya berangkat ke Revo Town dengan sengaja mengambil rute jalan yang disediakan googlemaps tanpa melalui tol. Eh, tau-tau malah ketemu tol. Trus gimana dong?

Beberapa hari sebelum hari Rabu, kami berencana pergi ke Tangerang dan rencananya saya yang akan nyetir. Pelan-pelan aja dulu, sampe nantinya terbiasa. Tapi rencana tersebut batal, dan akhirnya teman yang nyetir. Saya pun akhirnya sadar bahwa ternyata nyetir di jalan tol di Jakarta Raya ini tidaklah semudah kelihatannya. 😀 😀

Kita harus benar-benar tau mau pergi kemana, jalan mana yang harus diambil, dan harus berhati-hati karna kendaraan di sekitar didominasi oleh truk kotak-kotak bawa kontainer segede gambreng, dan jalanannya sangat lebar…..

**

Maka dengan perasaan ragu dan takut-takut, saya pun pergi ke salah satu gardu tol. Karna tak punya kartu e-toll atau kartu e-money, saya memencet tombol bulat yang berada di dekat bilik penjaga. Saya memencetnya beberapa kali hingga sang penjaga melongokkan kepalanya keluar dan bertanya, “Kenapa, bu?”

Saya pun menjelaskan bahwasanya saya tidak sengaja masuk tol dan tidak punya kartu. Ia lalu meminta saya menunggu. Sebentar kemudian, seorang pria muncul dari kantor Jasa Marga dan menuntun saya untuk mundur dahulu agar kendaraan lain bisa lewat.

Setelah mobil mundur dan parkir di bahu jalan, bapak Jasa Marga bertanya, “Gimana, bu? Ada apa ini?”

Saya pun menjelaskan bahwasanya saya hanya ingin ke Revo Town dan tidak sengaja masuk tol karna kelewatan pintu masuknya. Dan karna belum pernah menyetir di jalan tol di Bekasi dan jalan tol dimanapun, saya bilang, “Saya mundur aja ya pak? Itu koq pak Revo Town-nya, dekat banget….” ujar saya sambil menunjuk ke arah belakang.

“Enggak bisa, bu. Nanti kalo ada polisi bisa ditangkap lho…” ujar si bapak. “Jadi gimana dong, pak?” Beliau pun menjelaskan bahwa opsi satu-satunya harus lewat jalan tol, dan saya harus punya kartu e-money atau e-toll. Saya pun pasrah ajalah. Abis mau gimana lagi?

Ia pun menawarkan diri untuk membeli kartu di dekat situ, dan sudah harus diisi dengan saldo minimal 50 ribu. Saya pun setuju dan memberikan sejumlah uang, dan melihatnya pergi dengan motornya melalui jalan tikus dari pinggiran.

Ketika menunggu dengan perasaan tak karuan, henpon saya tiba-tiba berdering. Ada telpon masuk dari kakak. Saya mengangkatnya.

“Halo dek, lagi dimana?” tanya kakak di ujung sana dengan suara ceria.

“Lagi nyetir kak…” jawab saya.

“Waaah… lagi jalan-jalan ya…” Saya tak menjawab, karna sebenarnya saya sedang tersesat. Sempat tebersit pikiran untuk memberitahunya tentang situasi saya. Namun, memikirkan keruwetan yang akan timbul nantinya, saya urungkan niat itu.

“Sama siapa dek?” kakak bertanya lagi.

“Sendiri aja kak…”

“Oke deh…. Bawain yang enak-enak yaaa…”

“Siap kak…”

Klik. Telpon ditutup. Saya pun tenggelam dalam pikiran. Perasan menyesal mulai muncul. Menyesal karna suami saya sebenarnya udah bilang agar vitamin dibeli via toko online aja, kek Tokopedia gitu. Tapi yah emang dasar anaknya penasaran ingin menjajal jalanan di kota satelit Bekasi, jadinya ya gitulah… 😀

Bapak Jasa Marga kemudian tiba dan menyerahkan kartu e-money beserta nota pembelian sembari dengan ramah berkata, “Dengan kejadian ini, ibu jadi punya e-money kan….” Mungkin ia mencoba menghibur dengan berseloroh. Namun, saya masih belum siap untuk menyetir di jalan tol.

“Pak, tolong bapak aja yang nyetir saya ke Revo Town ya…” ujar saya, mungkin dengan wajah memelas. “Wah, saya enggak bisa nyetir, bu…” katanya. Harapan saya terhempas lagi. Sepertinya pilihan satu-satunya memang harus nyetir.

Saya pun menarik nafas dan menoleh ke bapak Jasa Marga, “Tolong doakan saya ya pak, agar selamat sampai di tujuan.” Ia tersenyum.

“Pake googlemaps pasti nyampe kan, pak?” saya bertanya lagi, dengan perasaan bercampur aduk. “Iya bu, ikutin aja..” katanya

“Baiklah, pak. Makasih banyak ya pak.” Saya pun pergi dengan perasan yang tetap membuat seluruh badan keringat karna takut, dan keringat karna udara yang emang panas.

Sebelum pergi semakin jauh, dengan keras saya ucapkan, “Tuhan, tolonglah anakMu ini, supaya sampai di tujuan dengan selamat.”

**

Mobil pun melaju dan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mengetap kartu e-money di tempat yang telah disediakan. Kemudian di layar elektronik agak di depan, saya melihat besaran rupiah yang dipotong dan angka sisa saldo di bawahnya.

Saya menyetir dengan pelan dan terus memerhatikan jalanan serta googlemaps. Saya ikutin rutenya dan sesekali terintimidasi dengan kendaraan-kendaraan besar yang ukuran bannya aja lebih besar dari ukuran mobil saya yang imut-imut… Hiiiii…..

Saya hanya perlu untuk terus berjalan di jalan yang benar, dan terus memerhatikan rambu-rambu tanda panah di googlemaps. Oke sip. So far so good.

Mobil masih terus melaju dan…. ternyata… saya kelewatan jalur lagi…. Astagaaaaaah….

Saya pun kaget lagi, namun, googlemaps dengan segera memperbarui rute. Btw, rutenya udah saya ganti sesaat sebelum berangkat. Saya pilih ke BTC Mall, karna saya udah agak khatam jalanan di daerah sana, dan keknya rutenya tidaklah seribet rute jika balik lagi ke Revo Town.

Segera saya fokus lagi memerhatikan jalanan dan googlemaps. “Semoga kali ini bener…” rapal saya dalam hati sambil terus berdoa.

Singkat cerita, setelah sekitar empat kali mengetap kartu e-money di gardu tol, dan saldo tinggal 11 ribu, saya akhirnya tiba di satu belokan dan nun di sana terlihat Giant Mall Bekasi.

Hati saya tergerak untuk pergi ke sana karna kelihatannya udah dekat banget. Dan kaki saya juga udah pegal karna mesti standby terus selama di jalanan. Tapi, caranya ke sana mesti jelas dulu. Jangan pulak kelewatan lagi pintu masuknya. Pusing euy mutar-mutar. 😀 😀

Di jalanan yang tampaknya aman untuk berhenti, saya pun meminggirkan mobil di bahu jalan. Dan setelah parkir dengan aman, saya mengubah tujuan di googlemaps dari lokasi saya. Ternyata hanya tinggal beberapa ratus meter saja ke sana. 🙂 Saya pun menetapkan hati untuk berangkat ke tujuan baru dan…… selamat. 🙂 Thank God! 🙂

Lega banget rasanya sewaktu tiba di parkiran Giant Mall. 😀 Dan saya beruntung karna menemukan vitamin yang saya cari-cari. 😀 😀 😀 Thank God lagi deh! 😀

Seru bangetlah pokoke perjalanan yang tak direncanakan itu. 😀 😀 Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa sangat tertolong karna ada alat phone holder buat di mobil. Selama ini enggak pernah saya pake soale. Bahkan pernah pulak mau saya buang lho, karna menurut saya enggak penting. 😀 😀 😀 😀

Malamnya, sewaktu saya menceritakan pengalaman menyetir di tol itu ke suami, ia berkata, “Selamat datang di Bekasi.” Hahahhahahahaa…. 😀 😀 We will survive! 😀

 

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s