31 Desember

Pagi ini saya terbangun sekitar jam setengah enam. Setelah sarapan dan ngurusin ina-inu, saya melihat seberkas cahaya menyeruak dari balik pepohonan.

Malam tadi hujan cukup deras. Dengan keyakinan jalanan pagi ini akan terasa sejuk, saya pun berjalan kaki keluar.

And it was right. Jalanan emang terasa segar dan bersih. Adem πŸ™‚

Saya menyusuri jalanan sekitar hotel Danau Toba Medan dan seketika merasa dejavu. Saya sering mondar mandir di daerah itu dulu, karna sering gereja di sekitar situ, dan kantor saya sekitar situ juga.

Setelah berjalan beberapa ratus meter, ternyata kantor lama saya udah dekat banget. 😁😁😁 Saya pun akhirnya memutuskan berkunjung ke kantor.

Hawa-hawa dejavu semasa berkantor terasa makin kental. Apalagi saya melihat seseorang yang mirip dengan perempuan yang zaman itu sering dimintai bantuan buat beli makanan untuk para pegawai. Jadi jasa beliau kek gojek jaman sekarang deh. 😊😊

Setibanya di sana, saya membuka pintu utama dan menemukan begitu banyak perubahan di sana-sini. Tiba-tiba saya melihat seorang pria berambut tipis yang sebelum saya ngantor disitu, beliau udah ada. Saya menyongsongnya dan langsung menyalaminya.

“Aku Marina, bang. Masih ingat?” Tanya saya.
“Oiya iyaaa… Apa kabar, Rin?” Dia tersenyum dan menyalami saya.

Hahah… Serasa balik ke jaman kantoran karna dipanggil ‘Rin’. 😁😁😁 Nama lengkap saya Messalin Uli Marina Situmorang, btw. 😁😁😁

Saya pun bertanya tentang kabar kawan-kawan dan ia membawa saya masuk satu ruangan. Ada satu orang pria di sana yang wajahnya familiar.

“Halo bang! Apa kabarnya!!” 😁😁😁 saya menyalaminya. Kami kemudian bertukar kabar. Ia bercerita tentang kawan-kawan yang udah pada pindah, bahkan ada yang udah meninggal. Hanya tinggal mereka berdualah dari jaman saya yang masih menetap kerja di sana.

Warbiyasak Tuhan itu mempertemukan kami. 😁😁😁

****

Saya bercerita perihal kedatangan saya ke Medan untuk menjenguk keluarga yang sedang dirawat. Ia mengucapkan doa untuk kesembuhan keluarga saya tersebut.

Setelah beberapa menit di kantor, saya pun kembali ke jalanan dan memutuskan mengontak mbak Noni Khairani, manatau doi ada waktu buat ketemuan. 😁😁 Mumpung anak mudanya lagi di Medan yekan? 😁😁😁

Toko-toko mulai buka dan kendaraan berseliweran di sana-sini. Manusia-manusia tampak sibuk ngurusin berbagai bisnis di sepanjang jalan. The city is alive.

And you know what? Di jalan pulang, saya bertemu perempuan yang saya sebut di atas tadi, yaitu yang sering kami mintai tolong buat antar makanan itu.

Saya langsung menyalaminya, dan menyebut nama saya, dan saya ceritakan jasa-jasanya tentang membelikan makanan selama saya berkantor di sana. 😊😊

Beliau masih terlihat nyentrik, sehat, dan gembira. Dia murah senyum, btw. 😊😊😊
Luar biasa Tuhan itu mempertemukan kami!! 😊😊

Sekitar sejam kemudian, saya dapat kabar dari mbak Noni. Ternyata doi lagi di luar kota. 😁😁 Semoga kapan-kapan ada kesempatan buat ketemuan deh. 😊😊

Well, happy new year buat kita semuanya ya. Semoga Tuhan memberi kesehatan, dan terus menyertai kita di sepanjang tahun 2020 nanti. 😊😊

Btw, apa cerita kalian di tanggal 31 desember ini kawans? 😊

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “31 Desember

  1. denaldd says:

    Senang bacanya Messa. Di sini masih akan menuju jam 6 pagi. Hari ini berencana akan masak2, besok mau tumpengan kecil2an dan bagi2 nasi kuning ke tetangga2 dan keluarga. Kebiasaan yang sudah kulakukan sejak pindah ke sini. Tumpengan pas tanggal 1 Januari lalu bagi2 naskun. Berucap syukur dan semoga tahun2 mendatang selalu membawa berkah

    Like

    1. Messa says:

      Ah senengnyaaa 😁😁😁 kalo aku deket situ pasti kebagian nasi tumpeng ya mbaak 😁😁

      Makasih udah mampir ya mbak Deny. Selamat bertahun baru 😘😘

      Like

Comments are closed.