Catatan Paskah

Malam tadi, mata saya melek sampai kira-kira jam setengah dua. Pasalnya, sehabis maghrib saya mengantuk, dan terbangun kembali kira-kira jam sembilan malam. Lantas karena lapar, saya pun makan. Padahal udah jam sembilan malam; mestinya usus diistirahatkan. Tapi kalo perut lapar justru akan susah tidur. Apa kalian kayak gitu juga?

Alhasil, karena belum juga mengantuk sehabis makan, kira-kira jam sepuluh malam saya menulis jurnal dan membereskan kertas-kertas tagihan. Mumpung ada waktu, pikir saya. πŸ™‚

Kemarin Minggu adalah Paskah. Kami kebaktian di rumah. Ini udah minggu keempat kebaktian diadakan di rumah masing-masing jemaat karena wabah corona. Saya rindu berkumpul bersama kawan-kawan. Rindu bernyanyi bersama, berdoa bersama, mendengarkan khotbah bersama, bersalaman, mendengarkan cerita mereka, dlst. Walaupun begitu, saya tetap bersyukur karena kami masih bisa kebaktian di rumah dan kami sehat. πŸ™‚

Kira-kira jam setengah satu pagi, setelah selesai menulis jurnal dan membereskan kertas-kertas tagihan, saya belum mengantuk juga. Akhirnya, dalam keheningan malam, saya merenung sambil melihat-lihat whatsapp story kawan-kawan serta keluarga dan mengucapkan selamat Paskah buat mereka. πŸ™‚

Dalam keheningan malam, di mana segala sesuatu seakan berhenti bergerak, saya semakin disadarkan bahwa masing-masing manusia memang memiliki pergumulan. Entah itu pergumulan karena kerinduan kepada anggota keluarga yang telah pergi menghadap Tuhan, pergumulan dengan penyakit, pergumulan dalam karir, pergumulan dengan tubuh yang mulai ringkih karena usia semakin senja, pergumulan dengan anak, pergumulan dengan orang tua, pergumulan dengan pengendalian diri, pergumulan dengan masa depan yang seakan berkabut, dlst.

Saya pun mendapati bahwa suasana malam dan siang sangat kontras perbedaannya. Malam hari gelap, siang hari terang.

Dalam peristiwa Paskah pertama, yaitu peristiwa merdekanya orang Israel dari perbudakan di Mesir, Tuhan membebaskan mereka supaya mereka dapat berbakti menyerahkan hidup kepada Allah yang benar (Keluaran 12).

Dalam peristiwa Paskah ribuan tahun kemudian, Tuhan sendirilah yang disalibkan, untuk membebaskan kita dari belenggu kematian kekal akibat dosa, karena IA sangat peduli kepada kita, manusia-manusia yang dikasihiNya dengan segenap hidupNya.

Yesus menggantikan kita di kayu salib, supaya kita diperdamaikan denganNya, agar kita memperoleh hidup berkelimpahan; yaitu berkelimpahan dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, kerendahan hati, dan pengharapan.

Dalam peristiwa Paskah, Yesus telah memindahkan kita dari maut kepada kehidupan, dari kegelapan kepada terang. πŸ™‚

Dalam kebaktian Paskah kemarin, khotbah diambil dari Injil Matius 28, ayat satu sampai sepuluh. Yaitu tentang kebangkitan Yesus dan perempuan-perempuan yang menyaksikannya. Saking bagusnya penjelasan dari pendeta tentang topik ini, di bawah ini saya ringkas untuk kalian semua:

  1. Pagi-pagi benar, perempuan-perempuan yang sangat berduka karena kehilangan Yesus, pergi ke kuburan dengan rencana untuk merempahi mayat Yesus. Pagi-pagi benar adalah antara jam 3-5 pagi. Mereka lupa bahwa Yesus pernah berkata bahwa setelah disalibkan, IA akan bangkit pada hari ketiga (Markus 8:31). Maka mereka kaget ketika mendapati kubur Yesus telah kosong.
  2. Bukan kematian, bukan kesusahan, bukan penderitaan, bukan perkabungan, yang menjadi kata terakhir. Namun sukacita, kebangkitan, dan hidup. Dengan kata lain, ada keadaan yang lebih baik setelah kematian. πŸ™‚ Karena Yesus telah bangkit, maka ada damai sejahtera, kebaikan, sukacita, dan hidup yang kekal (1 Korintus 15:12-20).
  3. Kehadiran malaikat dipakai Tuhan untuk membuktikan kebangkitan Yesus. Mengapa manusia sulit percaya? Karena duka kematian itu sangat menakutkan, membuat manusia berpikir: bagaimana mungkin maut bisa dikalahkan? Bagaimana mungkin ada kehidupan di balik kematian? Bahkan para rasul atau murid-murid Yesus saja susah menerima dan memercayainya pada saat itu. Namun, semua ada prosesnya, dan kita dapat belajar. πŸ™‚
  4. Setialah kepada Yesus seperti perempuan-perempuan tersebut. Mereka ikuti semua prosesnya sejak Yesus disalib, hingga mereka mau ikut mengurapi mayat Yesus. Kepada orang-orang seperti inilah Yesus datang dan menampakkan diriNya. Sehingga orang-orang seperti inilah yang memperoleh pengalaman atas kuasa kebangkitan Yesus. πŸ™‚ Orang yang setia dan percaya sangat efektif untuk membangun dan mengembangkan gereja, serta keluarga. πŸ™‚
  5. Pengalaman menyaksikan kuasa kebangkitan tersebut memberi perubahan yang luar biasa bagi para murid yang setia. Mereka yang dahulu cemas, takut, dan sedih, berubah menjadi hidup dengan penuh pengharapan. Kiranya iman percaya dan kesetiaan itulah yang menerangi perjuangan kita, kegagalan kita, keberhasilan kita, suka duka kita, kehidupan dan kematian kita; intinya, yang menerangi seluruh aspek kehidupan kita. πŸ™‚

Mari lakukan yang dapat kita lakukan dengan talenta maupun karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Jika karunia kita adalah berdoa, berdoalah dengan sungguh-sungguh. Jika karunia kita adalah mengajar, maka mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika karunia kita adalah menyanyi, nyanyikanlah lagu-lagu yang memuji Tuhan dan yang menumbuhkan iman serta semangat untuk memercayai Tuhan. πŸ™‚ Jika karunia kita adalah memasak, memasaklah dengan sungguh-sungguh. Jika karunia kita adalah menolong orang, lakukan dengan sungguh-sungguh. Jika Β karunia kita adalah mencuci piring, maka cucilah piring dengan sungguh-sungguh sampai bersih. πŸ™‚ Dengan sungguh-sungguh maksudnya adalah dengan kondisi hati yang tulus, murni, bersih. πŸ™‚

Kiranya Tuhan menguatkan hidup kita yang rapuh, dan ingatlah untuk terus bersandar kepada Tuhan, karena hidup kita di tangan Tuhan. πŸ™‚

**

Ada satu lagu yang liriknya bagus untuk situasi kita saat ini. Mudah-mudahan tulisan ini dan lagunya menguatkan kalian semua ya! πŸ™‚

My Life Is in Your Hands

You don’t have to worry
And don’t you be afraid
Joy comes in the morning
Troubles they don’t last always
For there’s a friend in Jesus
Who will wipe your tears away
And if your heart is broken
Just lift your hands and say:

Oh, I know that I can make it
I know that I can stand
No matter what may come my way
My life is in Your hands

You don’t have to worry
And don’t you be afraid
Joy comes in the morning
Troubles they don’t last always
For there’s a friend named Jesus
Who will wipe your tears away
And if your heart is broken
Just lift your hands and say:

Oh, I know that I can make it
I know that I can stand
No matter what may come my way
My life is in Your hands

With Jesus I can take it
With Him I know I can stand
No matter what may come my way
My life is in Your hands

So when your tests and trials
They seem to get you down
And all your friends and loved ones
Are nowhere to be found
Remember there’s a friend named Jesus
Who will wipe your tears away
And if your heart is broken
Just lift your hands and say:

Oh, I know that I can make it
I know that I can stand
No matter what may come my way
My life is in Your hands

7 thoughts on “Catatan Paskah

    1. Messa says:

      maap baru balas kak yaa… minggu lalu aku masuk RS karna stroke like syndrome πŸ˜€ salah satu penyebabnya kayaknya karna udah kelamaan enggak ketemu orang banyak, dampak dari social distancing corona πŸ˜€ πŸ˜€
      tapi sekarang udah baikan koq πŸ™‚
      stay safe & strong ya kak πŸ™‚

      Like

Comments are closed.