Christmas Story

Desember ini seringkali pagi-pagi kami disambut oleh sejuk dan dinginnya udara Bekasi. Kadang dikarenakan hujan seharian, atau semalaman. Air keran kami pun terasa dingin banget pagi-pagi. Suasana pagi yang dingin dan windy bak di Samosir ini memicu kenangan Natal menari-nari di benak saya. πŸ˜€ Jadi, karena tahun ini kami natalan #dirumahaja, i decided to write about our Christmas story. Saya akan memulainya dari….

  • Natal semasa kecil

Kami lumayan sering bikin kue sendiri. Bikin nastar, kembang goyang, kue kacang, etc. Sampe tengah malam dijabanin. Tapi biasanya ibu saya yang nungguin, sedangkan kami udah tidur nyenyak. πŸ˜€ πŸ˜€ Kami memasaknya pake oven tangkring di kompor minyak. Trus kami dibeliin baju dan kadang sepatu baru. Ada satu yang paling saya ingat, yaitu baju berbahan beludru yang saya suka banget. My mom sew it for me and saya pakai di perayaan malam Natal di gereja. Kemudian ibu merias wajah saya pake bedak, lipstik, pemerah pipi, dan eye shadow! It was my first make up actually. Haha.. Saya merasa cantik dan senang. πŸ˜€

Sepulang kebaktian malam Natal biasanya kami menyalakan banyak lilin dan kami taruh di bagian depan rumah. Trus kami main kembang api sambil berlarian di halaman rumah. πŸ˜€ πŸ˜€ 

Tradisi Natal berlanjut dengan berkunjung ke rumah ompung (kakek nenek). Seperti halnya tulang saya banyak, ompung saya pun banyak juga. πŸ˜€ Kami mengunjungi mereka satu per satu. Biasanya kami ke Samosir duluan dan menginap di rumah ompung. Di Danau Toba kami berenang sepuasnya sampe kulit gosong. πŸ˜€ Setelah lelah berenang, kami makan indomi rebus pake telor. πŸ˜€ Trus besoknya gitu lagi, and we were happy!! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Ompung saya yang di Samosir menyukai kebersihan dan kerapihan. Rumah mereka diisi dengan barang-barang kebutuhan yang paling utama saja. Misalnya kayak kulkas, tv, lemari penyimpanan piring, lemari dapur, meja kursi, tempat tidur, etc, pokonya basic needs. Setiap barang seakan terletak pada tempatnya dan ada kotak-kotak penyimpanan. Pokonya rapi banget deh. πŸ˜€ πŸ˜€

Trus yang selanjutnya kami kunjungi adalah ompung di Tebing Tinggi. Ompung saya ini barangnya banyak (karena keluarga besar), tetapi, rumah tetap rapi dan bersih dari depan sampai belakang, dan semua terletak pada tempatnya. πŸ™‚ Tempat kaset dinamain menurut abjad. Gudangnya pun rapi. My grandma usually ngasih sangu ke kami pas mau pulang ke Medan. πŸ˜€ Mungkin seribu atau dua ribu. πŸ˜€ πŸ˜€ Waktu itu kami udah seneng banget dikasih segitu lho! Bisa beli jajanan yang banyak hahahahhaha….

Next, kami mengunjungi ompung di Pematang Siantar. Ompung Doli (kakek) kami jago masak daging panggang. Karena kami keluarga besar, nantinya sodara-sodara pada datang dan kami tidur di ruang tivi. Ompung akan menggelar tikar dan stok bantal serta selimut dikeluarin. Di zaman itu, udara Siantar masih terasa dingin sepanjang hari; apalagi malam hingga pagi. πŸ™‚

  • Masa pencarian jati diri hingga tahun 2016

Sekarang saya dapat menyadari bahwa masa ini adalah tahun-tahun dimana hidup saya wasΒ driven by anger. Pergi ke gereja dan dengar renungan, tetapi secara tidak sadar hati dikuasai kemarahan yang sangat lama, sehingga saya pun tidak sadar bahwasanya bertahun-tahun hati ini dikuasai si jahat/iblis. Dan ini akan membawa saya ke tahun 2017…..

  • Tahun 2017

After that traumatic moment, i was kinda losing hope, merasa hampa, etc. Mau ngapa-ngapain saya takut. Kami pindah rumah dan menjelang akhir tahun saya menjual sebagian barang yang menurut saya tidak diperlukan lagi; including our christmas tree. Sampai sekarang kami tidak punya pohon natal lagi karena itu hanya hiasan. Untuk apa memiliki banyak hiasan bertema natal tetapi hati kita jauh dari Tuhan? Yang paling penting adalah kita terus berusaha melakukan yang dikehendaki Tuhan. Kemudian saya mulai berdoa supaya Tuhan menunjukkan kawan-kawan dan komunitas yang cocok buatku.

Satu hari, seorang teman mengajak untuk ikut bernyanyi di perayaan Natal kantor. Saya terima ajakannya. Kemudian ada lagi seorang kawan yang tertarik dengan barang-barang yang saya jual dan ia datang sendiri mengambil ke rumah. Saya merasa ada secercah sinar harapan muncul melalui kedua teman saya tersebut dan, saya yakin itulah jawaban Tuhan. Sejak saat itu, secara bertahap saya mau ikut aktif dalam komunitas yang dimotori oleh teman saya tersebut. πŸ™‚

  • Tahun 2018 – 2019

Tahun ini saya digembleng. Many things happened. Perasaan hampa dan merasa hidup tak berguna hingga ingin mengakhiri hidup, muncul. Puncaknya, pada pertengahan tahun, kami mendapat pertolongan. Dari psikiater, psikolog, keluarga, suami, kawan-kawan, dlst.

Di tahun inilah Tuhan memanggil saya untuk meninggalkan kehidupan lama yang penuh kesia-siaan, pemberontakan, kemarahan, kesombongan, dlst.Β Hijrah, itu istilah yang sering disebut suami saya.Β Metanoia, itu istilah yang akhirnya saya temukan di kemudian hari. Perubahan pikiran secara total. Perubahan pikiran yang akan membawa perubahan dalam perilaku keseharian, dan mulai belajar mengikut Yesus. Di sini saya mulai belajar bahwa yang paling penting dalam hidup ini adalah tentang relasi kita dengan Tuhan dan manusia. Jika relasi kita dengan Tuhan rusak, itu pasti sejalan dengan relasi kita dan sesama manusia.

Kemudian saya mulai belajar bahwa hubungan dengan sesama manusia inilah hubungan yang nyata. Sebelumnya, in so many years, saya hanya berkutat pada hubungan orang-orang yang ada dalam buku-buku yang saya baca, dan film-film yang saya ikuti. I thought it was enough, but then God made me realised that it wasn’t. We have to be active in our society and community.

Di Natal tahun 2018 ini saya ngikutin christmas dinner yang diadakan teman-teman di Balikpapan dan kami tukar kado. Tahun ini saya mulai belajar menghayati apa sesungguhnya arti Natal: Allah menjadi manusia di dalam Yesus, yang datang untuk menyelamatkan manusia. Dengan pengorbanan-Nya itu, hubungan Tuhan dan manusia menjadi pulih. πŸ™‚

Tahun 2019 kami pindah dan merayakan Natal di Bekasi.

  • Tahun 2020

Hashtag #dirumahaja meramaikan tahun 2020 karena dunia dilanda pandemi korona. Genap sembilan bulan kami mengikuti kebaktian online via youtube di rumah. Ini mengingatkan saya bahwa gereja adalah kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus, bukan gedung (1 Korintus 1:2). πŸ™‚ Jadi, entah dimanapun kita kebaktian, masalah tempat bukanlah prioritas, melainkan seperti apa sikap hati kita. πŸ™‚

Dalam renungan Natal tahun ini kami diingatkan untuk:

  1. Tahu menahan diri, tulus dan setia kepada Allah (Titus 2:11-15).
  2. Menjadikan Tuhan sebagai mercusuar maupun Penasihat, agar jelas kemana arah tujuan hidup kita.
  3. Kenalilah kelemahan, maupun kesalahan kita.
  4. Tunjukkan dengan perbuatan bahwa kita telah bertobat (Lukas 3:8).

I also decided to make empon-empon yang resepnya saya dapet dari calon ibu mertua adik saya. πŸ™‚ Jamu Jokowi istilah beliau. πŸ˜€ Cocok banget menghangatkan badan dan detox, serta wangi dari kayu manisnya semriwing ke mana-mana. πŸ˜€ Kalo orang Barat menyuguhkanΒ eggnogΒ di hari Natal, kita orang Indonesia punya empon-empon. πŸ˜€ Jadi saya menamainya Christmas Empon-empon. πŸ˜€

Berkat kecanggihan teknologi komunikasi, saya dapat melihat keluarga dan teman-teman kami yang membagikan foto-foto Natal mereka melalui whatsapp. Senang banget melihatnya. πŸ™‚

Well, that’s all my christmas story my friends. How’s yours? πŸ™‚ Β 


8 thoughts on “Christmas Story

  1. Hi Messa, Merry Christmas and Happy New Year!
    Terima kasih ya udah sharing perjalanan Christmas-mu. Kesaksiannya inspiring banget, semoga bisa bertumbuh terus di tahun yang baru, ya πŸ™‚

    Like

    1. Hello there, terima kasih udah mampir ya 😊 mari kita sama2 belajar bertumbuh, berakar dan berbuah di dalam Tuhan. Selamat tahun baru ! 😊

      Like

  2. Perjalanan rohani yang sangat menarik. Saya gak nyangka Messa mau mengakhiri hidup karena hampa. Saya mengalami “i was kind a losing hope” awal bulan november 2020. Saya stress, hampir depresi. Banyak masalah berat dalam hidup. Masalah pekerjaan. Masalah asmara. Masalah keluarga. Perpaduan tiga masalah itu bikin saya limbung. Apalagi saya bukan orang yang mudah untuk curhat ke orang dipercaya sekalipun. Ke saudara saja saya gak cerita, apalagi ke sembarangan orang. Jadilah saya orang yang ber-haha hihi di depan teman, rekan kerja, atasan dan lingkungan tempat tinggal. Padahal dalam hati remuk redam. Dalam dua bulan, -sejak november 2020 berat badan saya turun 9 kg. Lingkar pinggang saya menyusut 8 cm. Kalau penurunan berat badan dan menyusutnya lingkar pinggang saya syukuri. Menurut rumus IMT saya termasuk kegemukan, sebelum mengalami masalah hidup komplek ini. Bahkan saya berharap masih turun berat badan 5 kg lagi.

    Beruntunglah saya sejak kecil ditanamkan ajaran agama yang kuat. Masalah hidup saya larikan ke Tuhan. Saya yakin, “What Doesn’t Kill You Makes You Stronger.” Sekarang saya melakukan terapi tawa secara mandiri. Biarlah orang menganggap saya aneh, ketawa kok sendirian. Biarlah melakukan ketawa sendiri seperti orang gila daripada gila beneran.Tertawa bisa memunculkan rasa gembira, harapan, percaya diri, meningkatkan imun, hingga cinta.

    Saat ini saya kembali menulis di blog setelah dua tahun satu bulan 11 hari. Lama saya mengabaikan blog. Mudah-mudahan dengan menulis bisa menghilangkan sebagian apa yang membuat sakit di kepala. Dan semoga terapi ketawa bisa membuat jauh lebih kuat, positif, dan memiliki harapan. Ajaran agama akan membimbing itu semua.

    Lumayan juga curhat saya, hehe….

    Kunjungi ya blog saya.

    Liked by 1 person

    1. Halo pak Alris. Terima kasih banyak sudah berbagi pengalaman, pak. Aku sangat menghargai sharing bapak ini. 😊😊

      Ketika manusia tidak berakar di dalam Tuhan, ia akan mudah tergerus ketika diterpa badai kehidupan, karena tak punya pengharapan, seperti yang kualami. Tapi sekarang aku sudah belajar untuk mengandalkan Tuhan.

      Menulis memang sangat menolong, pak. Aku masih menulis jurnal secara rutin. Segala yg kualami, bagaimana perasaanku, dlst, semua kutuliskan dalam jurnal. Aku pun berlatih ‘ngobrol’ atau berdoa kepada Tuhan dengan menulis jurnal. Hal itu sangat menolongku. 😊

      Mudah-mudahan keadaan semakin membaik untuk pak Alris ya. Blog bapak pasti kukunjungi.

      Terima kasih banyak sudah mampir pak. Sehat selalu. πŸ™

      Liked by 1 person

      1. Makasih Messa. Kalau kita bersandar dalam Tuhan kita akan selamat.

        Banyak yang gak kuat menghadapi masalah hidup, lalu akhirnya mengakhiri hidup dengan cara tragis. Ada karena masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah utang piutang, masalah asmara dan lainnya. Kita kasihan untuk mereka yang mengakhiri hidup itu, karena tidak terselematkan.

        Mari berusaha, semoga di tahun 2021 masa depan semua orang cerah.

        Sehat selalu.

        Like

    1. Makasih Dita, selamat menyambut Tahun Baru buat Dita dan keluarga yaa 😊😊 ayo bikin empon-emponnya di rumah 😁😁 bahannya: temulawak, jahe, cengkeh, kapulaga, kayu manis, sereh, sama gula aren, rebus dalam air. 😁😁 hasilnya anget bener

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s