Puasa

Selama setahun kemarin kami punya permasalahan penting yang belum tuntas. Padahal udah didoain terus-menerus. Pernah satu waktu saya pikir masalahnya akan tuntas, eh ternyata enggak. Masalahnya justru start all over again. Jadi karena masalahnya belum tuntas juga, saya memutuskan untuk berpuasa. Inspirasi berpuasa ini datang dari kisah Ester dalam kitab Perjanjian Lama yang berpuasa untuk keselamatan bangsanya.

Jadi, belajar dari kisah Ester, saya percaya jika saya sungguh-sungguh berpuasa, maka Tuhan akan mengabulkan permohonan kami. Nah, ketika sudah diniatkan, saya pun memulai puasa tersebut. Itu adalah puasa pertama saya dalam hidup yang udah menuju usia empat puluh tahun ini. πŸ˜€ πŸ˜€

Sambil berpuasa, saya terus menjalani hidup sehari-hari sambil terus menantikan bagaimana Tuhan akan menyelesaikan masalah tersebut, dan membaca beberapa kisah tentang raja-raja Yehuda.

**

Ada satu kisah yang bercerita tentang satu masa ketika negeri Yehuda dipimpin seorang raja bernama Yosafat, dan negeri mereka terancam diserang oleh tentara bangsa asing yang jumlahnya sangat banyak. Raja Yosafat menjadi takut, dan ia merendahkan diri serta berdoa minta petunjuk dari Tuhan. Kemudian ia memerintahkan supaya seluruh rakyat berpuasa.

Bersama rakyatnya, Yosafat kemudian berdoa kepada Tuhan dengan suara keras. Karena isi doanya sangat panjang, yang saya tulis di sini kalimat penutupnya saja,Β β€œ … Kami tidak tahu harus berbuat apa, sebab itu kami datang kepada-Mu minta tolong” (2 Tawarikh 20:12 BIS).

Sementara Yosafat merendahkan dirinya dan berdoa minta tolong, Tuhan menyampaikan sebuah pesan,Β β€œ… Paduka Yang Mulia serta saudara-saudara sekalian. Tuhan berkata bahwa kalian tidak boleh putus asa atau takut menghadapi tentara yang banyak itu. Sebab yang bertempur bukan kalian, melainkan Allah…. Kalian akan melihat Tuhan memberikan kemenangan kepada kalian…. Janganlah cemas atau takut. Masukilah saja pertempuran itu, Tuhan akan menolong kalian!” (2 Tawarikh 20:15-17 BIS).

Keesokan harinya, pagi-pagi benar, ketika Yosafat dan rakyatnya hendak berangkat, ia memberikan pesan untuk menguatkan rakyatnya, β€œ… Percayalah kepada Tuhan Allahmu, maka kamu akan sanggup bertahan. Terimalah nasihat dari nabi-nabimu, maka kamu akan berhasil” (2 Tawarikh 20:20 BIS).

Yosafat kemudian melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan ia juga menambahkan sesuatu untuk menyambut kemenangan yang telah dijanjikan Tuhan tersebut. Apakah sesuatu itu? Ia menyuruh orang-orang untuk menyanyikan lagu pujian: Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya – (2 Tawarikh 20:21 TB).

Pada waktu mereka mulai bersorak menyanyikan pujian, Tuhan mengadakan kekacauan di tengah-tengah tentara musuh yang sedang menyerang, dan tentara musuh menjadi saling menyerang satu sama lain dengan sengit, hingga seorang pun tidak ada yang selamat. Maka sesuai janji-Nya, Tuhanlah yang bertempur dan IA memberi kemenangan untuk Yehuda. πŸ™‚

**

Dari kisah ini saya belajar bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, dan Tuhan dapat menggerakkan segala sesuatu agar tujuan-Nya terlaksana. πŸ™‚ Luar biasa ya! πŸ™‚

Lantas, bagaimana dengan puasa saya? πŸ˜€

Karena tak kunjung ada jawaban maupun perubahan, sempat ada keinginan untuk mundur. Namun, setiap kali mau mundur, tiap kali itu pula ada suara yang mengingatkan, β€œSabarlah. Tunggu saja.”

Akhirnya, saya sampai pada titik dimana saya memutuskan untuk terus berpuasa sampai permohonan kami dikabulkan Tuhan. Entah sampai kapan pun itu. πŸ™‚

Satu waktu, muncullah semacam jawaban positif yang kami nantikan. Namun, masih ada tetek bengek ina-inu dan printilan-printilan yang mesti dikerjakan. Jadi, walaupun hati udah senang, namun tetap berjaga. Karena, belajar dari pengalaman yang lalu, ternyata bisa kandas walaupun jawaban udah positif. πŸ˜€ πŸ˜€ Jadi mesti siap-siap ikhlas entah apa pun hasilnya. πŸ˜€ Pokonya bener-bener hasil akhirnya hanyalah Tuhan yang menentukan. πŸ™‚

**

Then one morning, pas saya lagi beberes, muncul satu kabar yang mengatakan: it’s done. Artinya, masalahnya bener-bener: DONE. Selesai.

Then i was like: WOW.

Kemudian saya speechless.

Beban di pundak saya seakan diangkat secara total. πŸ™‚ Lega banget rasanya ketika mengetahui bahwa Tuhan mengabulkan permohonan tersebut. πŸ™‚

Saya kemudian menuliskan respon terhadap momen tersebut dalam jurnal, “Engkau telah memelihara kami dengan luar biasa dalam perjalanan hidup yang luar biasa ini. Engkau Allah yang Setia. Biarlah kami dapat terus setia mengikuti kehendak-Mu.”

**

Jujur, karena dalam puasa pertama ini Tuhan mengabulkan permohonan saya, saya menjadi bersemangat untuk melakukan puasa-puasa lainnya ke depannya. πŸ™‚ Daftar permohonan saya udah mengantri, btw. Hahaa.. πŸ˜€ πŸ˜€

Puasa yang saya lakukan adalah berhenti melakukan hobi yang saya senangi. Saya pernah dengar bahwa bentuk puasa bisa bermacam-macam. Ada puasa makan minum, dan ada juga puasa lainnya. Sepupu saya pernah berpuasa berhenti makan gorengan (yang sangat ia sukai) saat ia hendak ‘bertempur’ masuk ke perguruan tinggi negeri. Tuhan mengabulkan permohonannya saat itu. πŸ™‚

Kalian sendiri bagaimana? Pengalaman menarik apa yang pernah dialami sewaktu berpuasa? πŸ™‚

 

 


2 thoughts on “Puasa

  1. Pas bangettt kak Messa, minggu2 ini udah akan mulai masa lent / tobat, dan dianjurkan berpuasa juga. Aku jujur belum pernah, sih. Tapi tahun ini mau coba! Excited for the coming spiritual experience hihi.

    Syukurlah permasalahan penting dan permohonan kak Messa terkabul. Stay strong and keep sharing the faith stories yaa kak.

    Like

    1. Thank you Rey 😊😊 iya cobain puasa yuk 😁😁 setelah kubaca lagi di berbagai sumber, intinya berpuasa adalah merendahkan hati 😊😊

      Tetap semangat ya πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s