Episode Jalan Kaki

I love walking outside. Bahkan sampai sekarang saya masih seneng dengan kegiatan satu ini yang katanya olahraga bikin sehat dan paling murah. Haha.. 😊

Pas masih di Balikpapan, saya pernah beberapa kali jalan kaki dari rumah ke pasar terdekat buat belanja sehari-hari. The view was great. Kita bisa melihat laut biru di kejauhan sambil berjalan kaki. 😊

Trus pernah juga olahraga jalan kaki siang bolong pas matahari terik-teriknya karena di pagi hari enggak sempat jalan. Tapi itu cuman beberapa kali aja sih. Lama-lama gak kuat juga, soalnya kepala jadi pusing karena terlalu terik.

Jalan kaki pagi buta pun pernah saya lakonin. Waktu itu saya papasan sama tetangga kami yang hendak berdoa di mesjid pagi-pagi. Saya lupa kenapa saya nekat pergi pagi buta saat itu. Tapi cuman sekali itu doang sih. Abis itu gak pernah lagi. 😁😁 Soalnya emang masih gelap banget di luar bok! 😁😁 Tapi udara pagi buta gitu emang seger banget dan rasanya bersih. 😊😊

Trus pas jaman jadi anak kantoran, sepulang kerja saya sering berjalan kaki sambil nenteng kamera mungil kemana-mana untuk belajar motret street photography. 😁😁 Saya jalannya pake sandal jepit swallow. πŸ˜€

Di Hongkong kami pernah traveling dengan banyak berjalan kaki. Kalo diingat sekarang, mungkin keputusan tersebut tidak bijak. Mengingat karena kami traveling bersama ortu kami yang sudah sepuh, seharusnya jalan kaki diminimalisir. But, as long as i remember, they were happy. 😁😁😁

Pernah juga traveling dengan banyak berjalan kaki di Singapura sekitar satu dekade yang lalu. 😁😁 Jalan kaki di sana tuh enak banget. Bisa dibilang, Singapura ramah buat pejalan kaki dan kita bisa menikmati udara yang relatif masih bersih.

Sambil berjalan, sesekali nampak pepohonan dan kita bisa menikmati taman demi taman yang banyak terdapat di sepanjang jalan. 😊😊

Chinatown perhaps my favorite place becoz of the colorful surroundings.

I found a great chicken rice seller while walking around Chinatown. Enak dan murce. Hahaa.. 😁😁

Sebelum jalanan diaspal dengan bagus di Samosir seperti sekarang, kami masih sempat menjalani hidup dengan berjalan kaki kesana kemari. Jadi di jaman itu biasanya kami naik mobil dari Medan dan, sesampainya di Parapat, kami akan nitip parkir di rumah sodara, lalu kami menyeberang dengan kapal solu-solu atau kapal kecil ke rumah ompung di Samosir.

Memang sih kegiatan keseharian cuman di sekitaran rumah ompung yang persis menghadap danau; tapi, kami mesti berjalan kaki kalau hendak ke gereja dan ke rumah sodara-sodara lainnya. Dan itu jaraknya berkilo-kilo dan cuman bisa ditempuh dengan berjalan kaki! 😁😁

Sambil berjalan kaki kita bisa melihat areal persawahan ijo royo-royo dan, pokonya sekitar kita tuh didominasi hijau alam yang amazing! Haha.. 😁😁

Dalam era pertobatan ini, saya sering kontemplasi dan merenungi hidup selagi berjalan kaki. Contohnya kalo lagi ada masalah, sembari berjalan saya akan bertanya: apa sebetulnya penyebab masalahnya? lalu apakah masalah tersebut ada manfaatnya? dlst. Intinya, saya berusaha meletakkan persoalan pada tempatnya dan bertanya pada Tuhan apa solusinya.

Jadi, berjalan kaki saya gunakan sebagai cara pertama untuk meluruskan β€˜benang kusut’ dalam kepala sebelum ia dituang ke dalam jurnal yang detail. Nah, setelah berjalan, biasanya my problems get smaller, dan solusinya semakin terlihat. 😊

Dengan berjalan kaki saya juga dapat bertegur sapa dengan para tetangga di sini, either pas mereka jalan kaki juga, atau sedang berada di halaman rumahnya dimana kebetulan saya lagi lewat.

A couple of weeks ago pagi-pagi saya berjalan kaki. Wangi rumput baru dipotong dan segarnya udara sehabis hujan menjadi bonus. Saking enaknya udara waktu itu saya bikin whatsapp story dan sengaja saya screen capture sebagai pengingat. 😁😁

Beberapa bulan lalu pas lagi jalan pagi bersama anjing kami, saya melewati lahan terbuka luas dipenuhi padang rumput ilalang. Nah, sewaktu menoleh ke sebelah kiri, saat itulah saya melihat pelangi setengah lingkaran seakan menyapa saya. Saya bener-bener kaget. Gak nyangka dapet suprise cantik pagi-pagi. 😁😁 Rasanya Tuhan berkata, β€œI’m with you, my child.” 😊😊😊 

 

Pembaca tercinta ada yang suka jalan kaki juga?

 

 

2 comments

  1. Jalan kaki jadi sarana meditasi juga ya. Aku setiap hari pasti jalan kaki, minimal 1 jam. Ya karena udara di sini memungkinkan, tidak panas. Jalan kaki pun pastinya jaketan (kecuali musim panas). Saat jalan kaki atau lari, aku selalu berkontemplasi akan banyak hal. Setelah selesai, pikiran akan lebih enteng. Jadi, ke luar rumah bergerak badan, memang bagus bukan hanya untuk kesehatan raga, buat pikiran juga ok. Dengan catatan, situasi dan kondisi sekitar aman dan memungkinkan.

    Like

    1. Hai mbak Deny, makasih udah mampir ya πŸ™‚ seneng deh ada yang demen jalan kaki juga πŸ™‚ mungkin udara di ruang terbuka emang bagus untuk menyegarkan pikiran ya πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: