Pekerjaan Roh Allah yang Kudus

Sejak kecil, saya tidak dekat dengan ibu kandung saya. Ceritanya panjang dan latar belakang keluarga saya rumit. 🙂 Saya yakin, para pembaca budiman pun memiliki latar belakang keluarga yang juga rumit. Setiap kita memang unik; tetapi sesungguhnya kisah kita tidaklah begitu berbeda satu sama lain. 🙂

Jadi intinya, saya sering melawan ibu dan tidak senang dengan apa pun yang beliau lakukan. 

Tahun 2016, saya berencana datang ke Medan untuk menghadiri pernikahan salah satu keluarga di sana. Saya berencana mengajak ibu untuk menemani. 

Satu hari, ketika saya memikirkan hubungan saya yang retak dengan ibu, tiba-tiba satu pemikiran muncul dalam benak. â€œMau sampai kapan begini terus…?” Pertanyaan itu bercokol dalam benak saya berhari-hari. 

Akhirnya, selama saya bersama ibu di Medan, saya memutuskan untuk menjaga sikap dan bertekad menahan mulut agar tidak membantah sepanjang ibu saya berbicara; karena saya sangat ingin hubungan saya baik kembali dengan beliau. 

Sejak saat itu, setelah retak selama 30 sekian tahun, hubungan kami berangsur membaik. 🙂 

Ketika peristiwa traumatis tahun 2017 melanda, saya meminta ibu datang menemani di Balikpapan. Ketika saya akhirnya dapat menerima ibu dengan segala kelebihan dan kekurangannya, waktu yang kami habiskan bersama terasa begitu cepat berlalu. Dan ketika tiba saatnya beliau pulang ke Medan, saya menangis di bandara saat mengantarnya. Rasanya cepat sekali ibu harus pulang. Namun, di sisi lain, saya sangat bersyukur karena Tuhan telah memulihkan hubungan kami. 🙂

**

Selain dengan ibu, saya juga memiliki hubungan yang retak dengan tante saya. Saya bersikap sangat keras kepadanya selama bertahun-tahun bahkan hingga kematiannya. 

Setelah bertobat, saya menyesali kejahatan-kejahatan yang pernah saya lakukan padanya. Namun, saya tidak dapat pergi meminta maaf kepadanya karena beliau sudah tiada lagi di bumi ini. Jadi saya berdoa kepada Tuhan, dan meminta maaf untuk semua kesalahan yang pernah saya lakukan kepada tante. Setelahnya, hati saya terasa lega. 🙂

Beberapa minggu yang lalu saya juga minta maaf kepada sepupu yang hendak menikah. Saya melakukannya karena sekarang saya sadar betul bahwa, selama orang masih hidup di bumi pastilah banyak melakukan kesalahan. 

Permintaan maaf dan insafnya saya itu semua adalah hasil pekerjaan Roh Allah yang Kudus. Tuhan yang mengusahakan.

Dalam diri kita manusia ini sebetulnya sama sekali tidak ada yang baik; semua orang sudah jatuh ke dalam dosa sehingga hidup kita cenderung jahat. Jadi, jika ada hal baik berasal dari dalam diri kita, semua itu hanyalah karena pekerjaan Tuhan. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: