In Pursuit of Jesus

Dalam tiga bulan ini saya belajar banyak tentang bersabar, tentang kepekaan mendengar Tuhan, pengendalian diri, dlst. Of course saya masih sering gagal dan gagal lagi dalam prakteknya, but i’ll keep trying for the rest of my life. ๐Ÿ™‚ Learn, unlearn, relearn, begitu seterusnya.

And at one point i also wanna make a project like the one i did in 2020, but this time with new topic: who is Jesus to you?; what do you know about Jesus?; and how is your relationship with God?

The reason behind this project is that, when we met someone we tend to talk about events or sometimes gossipping. So instead of gossipping, letโ€™s do another way: ask questions about our relationship with God. Becoz, afterall, God is a person, and i believe inkarnasi-Nya adalah Yesus. So if we want to know about God, we can observe Jesusโ€™ life. ๐Ÿ˜Š

So, one day pas saya lagi denger renungan di youtube, saya menemukan satu program berjudul: In Pursuit of Jesus. It was very interesting! The idea of the program was searching for Jesusโ€™ character in several countries by exploring their culture in todayโ€™s world. Karena timingnya bersamaan di saat saya juga kepikiran untuk bikin proyek seperti yang saya sebut di atas tadi, rasanya seperti gayung bersambut gitu deh. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Program ini bagus karena para pendengar jadi bisa jalan-jalan ke beberapa negara dan melihat keseharian budaya di sana. ๐Ÿ™‚ Gambar-gambar yang dibesut pun keren banget! ๐Ÿ˜Š And the most important is: searching for Jesusโ€™ character in those countries in a humbly way. ๐Ÿ™‚ Of course ada makanan juga! Food is another thing that connecting us, right? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

True Identity

I like the first episode, yaitu New York. Beragam manusia ada di sana and they said that everyone is actually looking for their true identity: siapakah saya dan apa peran saya di alam semesta ini? Not who they wish they were, or what the culture tells them they should be, but who they were really created to be. Thatโ€™s truly interesting. ๐Ÿ™‚

One New Yorker said, โ€œPeople are searching for purpose but don’t know that they’re searching for purpose.โ€ Mereka sadar bahwa mereka mencari kesenangan dan pemenuhan diri misalnya dalam impian untuk berkeluarga, atau impian memiliki karir yang menakjubkan. Namun sebenarnya yang mereka lakukan adalah mengejar diri sendiri. Intinya, banyak orang mengejar kekuatan besar atau cita-cita yang sebetulnya adalah refleksi dari keinginan-keinginannya sendiri.

Saya teringat dengan diri saya yang sedari kecil sering bertanya-tanya tentang hidup. Misalnya: untuk apa hidup; kenapa saya ada di dunia ini; dlst. Saya bahkan dulu sering berdebat dengan ibu saya dan bertanya-tanya mengapa ia mau menjadi pendamping ayah saya. ๐Ÿ˜ Pokonya banyak banget pertanyan saya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Then i read my fatherโ€™s books about wisdom, faith, human, etc. From there, i wish i could learn more about filsafat dan sosiologi, dengan tujuan supaya pertanyaan-pertanyaan tentang untuk apa sebetulnya hidup dan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam hidup bisa saya dapat jawabannya. Then i also wanted to learn jurnalistik karena saya senang dengan dunia kepenulisan. ๐Ÿ™‚ Impian saya simpel saja. ๐Ÿ™‚

Tapi kemudian, hidup membawa saya kepada akuntansi, perbankan, dlst. Long story short, in August 2018, saya memulai perjalanan pertobatan karena telah menemukan the source of my true identity: Jesus. Jesus is the root of my being, and iโ€™m a child of God. Dan masing-masing kita adalah anak-anakNya, yang dipanggil untuk menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dihidupi Yesus and connected with others. ๐Ÿ˜Š

Seorang narasumber lainnya di New York berkata, โ€œand i think the journey of self discovery ultimately leads you to Jesus.โ€ Saya setuju banget. ๐Ÿ˜Š

Itโ€™s a really long journey for me untuk bisa sampai kepada jawaban pencarian identitas diri tadi dan, betul memang, what we believe or our experience is absolutely different with others. But do remember this: all of us are unique, but we’re not so different.

Rasool Berry, si pembawa acara, lebih kurang bilang gini, โ€œI canโ€™t adopt someone else’s faith on my journey. It has to be my own.โ€

Bener banget. Hal itu mesti datang dari pengalaman dan keyakinan kita sendiri. Karena ketika masalah atau penderitaan atau kegagalan yang sudah pasti akan muncul terus sepanjang kita hidup, kita tahu mesti lari kemana untuk mencari pertolongan. Kepada Yesus, our Eternal Fortress. ๐Ÿ™‚

Makanya penting banget untuk bertanya tentang apa yang kita yakini, dan mengamati bagaimana yang kita yakini itu apakah dapat menolong kita menjalani kehidupan ini, atau apakah dapat menuntun kita keluar dari masalah maupun kesulitan.

Pikullah Salibmu

Hal lain yang menarik dari episode New York ini adalah bahwa Yesus selalu menaruh perhatian penuh kepada orang-orang yang Ia jumpai. Jadi bukan ngobrol sambil lalu sambil sesekali ngecek henpon, but bener-bener pay attention to what they say and do, and care about who they really are. Thatโ€™s how a true and real connection is build, right?

Yang menjadi tantangan di New York adalah ajaran Yesus mengenai โ€œpikullah salibmu dan menyangkal diri,โ€ atau dapat diartikan dengan hidup dalam penderitaan, bukanlah hal yang mudah diterima. Ini juga yang saya pelajari dalam masa hibernasi selama tiga bulan ini; yaitu, betapa sering manusia meninggalkan imannya kepada Yesus karena kurang sabar dalam penderitaan

Sewaktu Yesus berkata, โ€œ..di dunia kalian akan menderita (tertulis dalam Yohanes 16:33),โ€ Ia memberitahu kita realita kehidupan ini and He spoke from personal experience. Jesus was known as a ‘Man of sorrows and acquainted with grief’. Namun Yesus telah memberi kita teladan untuk menyikapi penderitaan; yakni dengan berharap kepada Tuhan, bersabar dalam kesusahan, dan tekun berdoa. ๐Ÿ˜Š

**

Masih ada enam tempat lagi yang kesemua kisahnya menarik! Ada Swedia, Afrika Selatan, Singapura, Argentina, Galilea, dan Yerusalem. Rasanya kita bener-bener ada di sana dan mendengar langsung pengalaman-pengalaman dari teman-teman baru. ๐Ÿ™‚ Every place is offering you different stories dan karakter Yesus ada di sana! ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Sangat menyenangkan!

Btw, howโ€™s life recently to you fellow bloggers? Have you already know your true identity?

3 comments

  1. Life is good, can’t complain. Manusia itu berproses ya, mencari identitas itu menurutku pribadi sebuah proses panjang. Semakin ke sini juga masih terus bertanya banyak hal ttg hidup, Tuhan, after life, yg mungkin tak ada jawabannya. โค๏ธ

    Liked by 1 person

    1. Halo mbak Ailsa.. aku berdoa supaya mbak menemukan jawabannya ๐Ÿ™‚ tetap berusaha ๐Ÿ™‚ terima kasih ya mbak ๐Ÿ™‚

      Liked by 1 person

      1. Terima kasih doanya. Semoga kita terus menjadi manusia yg lebih baik ya. Mes. โค๏ธ

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: