Belajar Hidup dari John Wooden

Kemarin dulu saya mendapat kesempatan baik menyaksikan film dokumenter tentang kisah hidup John Wooden; seorang pria yang hormat kepada Tuhan, dan hormat kepada manusia. John adalah pelatih basket legendaris yang selama berkarir berhasil membawa UCLA Bruins memenangkan banyak pertandingan. Jadi apa resep yang membuatnya sukses?

John sangat terkesan dengan cara orang tuanya membesarkan anak-anaknya. Khususnya ayahnya. Ayahnya berhati lembut. Ketika John tamat sekolah dasar, ayahnya memberi hadiah berupa kartu berisikan tujuh wejangan: 

  1. Be true to yourself: kenali diri kita dengan mengenali talenta dan kekuatan kita, serta mengenali kelemahan maupun kekurangan kita, and refuse to compromise yourself.
  2. Make each day your masterpiece: spend each and every day using your ability to their maximum value for the good of others.
  3. Help others: develop a compassionate and understanding heart.
  4. Make friendship a fine art: give more than you take, help more than you receive.
  5. Build a shelter against a rainy day: life is a series of sunny days and rainy days; so to overcome the storms of life you need to build a shelter for yourself by doing the right thing for the right reasons. 
  6. Drink deeply from good books, especially ‘the good book’ (the Bible): be careful what you pour into your brain.
  7. Every day and every evening pray for guidance and give thanks for your blessings.

John pun senang menganggap orang lain lebih baik dari dirinya, sehingga ia selalu dapat belajar dari orang lain. Ini sesuai dengan yang tertulis dalam Filipi 2:3, Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri; sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati yang seorang menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri.”

John tentu melihat ayahnya melakukan hal-hal yang ditulis ayahnya dalam kartu tersebut, makanya ia terkesan dengan ayahnya, dan ingin melakukan hal-hal yang juga dilakukan oleh ayahnya. Children see, children do.

Ketika John berusia 17 tahun, ia mulai memikirkan apa artinya sukses. Dan selama bertahun-tahun kemudian, melalui analisa dan melalui naik-turun proses belajar kehidupan, barulah ia dapat menyimpulkan formulanya dan ditaruhnya dalam piramida suksesnya.

Yang menarik dari definisi sukses menurut John adalah: sukses adalah doing our best; it has nothing to do with winning the game or wealth or fame. Satu-satunya yang mengetahui apakah kita telah melakukan yang terbaik adalah diri kita sendiri. Namun, pertama-tama, kita mestilah tahu identitas kita dengan jelas. Kita tahu siapa diri kita yang sesungguhnya; kita tahu tujuan hidup kita. Identitas itu fondasi yang penting. Dengan itu, barulah kita mampu melakukan hal-hal terbaik untuk menghormati Tuhan, dan menghormati manusia.

**

Dengan menyaksikan kisah hidup seseorang kita dapat belajar mengenai hal-hal apa yang penting dalam hidupnya, atau apa yang membuatnya bertahan, atau bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik, atau kita bahkan dapat mengetahui bagaimana menjalani hidup yang terbaik. Kemudian langkah selanjutnya adalah mempraktekkan yang telah kita pelajari. Ini adalah langkah penting dalam proses belajar, dan di tahap inilah sering terjadi kesalahan.

John Wooden bilang, “Enggak pernah salah artinya kamu enggak pernah berbuat apa pun.” Kesalahan adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh mencoba melakukan yang terbaik. Saya setuju banget.

Btw, apa arti sukses menurut kalian? Apakah kalian telah menjalani hidup yang terbaik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s