Apakah Satu-satunya Cara Menangani Penderitaan Adalah dengan Berusaha Menghilangkannya?

Ada satu chapter yang sangat menarik dalam buku ‘Hikmat Seumur Hidup’ yang ditulis oleh Joni Earackson Tada. Latar belakang Joni adalah: ia seorang perempuan yang mengalami kecelakaan ketika berusia 17 tahun, kemungkinan besar karena miskalkulasi mengenai kedalaman teluk Chesapeake tempatnya berenang kala itu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan tubuhnya lumpuh. Namun Joni yakin bahwa ia masih dapat sembuh, dan keyakinannya membuat ia melakukan berbagai cara untuk sembuh. 

Setelah berbagai upaya dilakukan, tidak ada yang berubah, Joni tetap lumpuh. Permanen. 

Suatu malam ketika ia pulang dari kebaktian kebangunan rohani yang menjanjikan kesembuhan, ia melihat orang-orang di sekelilingnya yang juga sama-sama duduk di kursi roda seperti dia dan tidak mendapat kesembuhan. Mereka kecewa dan cemberut. Joni berkata dalam hati, “Apakah ini satu-satunya cara untuk menangani penderitaan? Mati-matian berusaha menghilangkannya?”

Joni kemudian mencari penjelasan-penjelasan tentang mengapa Allah membiarkan penderitaan seperti itu. Mengapa ada yang sembuh dan ada yang tidak. 

Bahkan ketika Allah datang ke dalam dunia di dalam Yesus, pun hanya sedikit orang yang disembuhkan. Yaitu mereka-mereka yang kebetulan berada di sekitar-Nya. Misalnya memberi makan kepada lima ribu dan empat ribu orang, namun masih banyak yang kelaparan kala itu di Israel. Kemudian Ia membangkitkan beberapa orang dari antara orang mati, namun hanya sedikit, yang kemudian hidup selama beberapa tahun lagi untuk kemudian meninggal lagi. 

Suatu hari Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus, murid-Nya. Setelah kabar tersebut tersiar, orang-orang di kota mereka membawa orang sakit berkumpul di rumah Simon untuk mendapat kesembuhan. Ya, mereka semua disembuhkan Yesus. Bahkan hingga keesokan paginya orang-orang datang kembali membawa lebih banyak teman dan sanak saudara yang membutuhkan kesembuhan. Namun, Yesus rupanya telah beranjak dari rumah Simon, pergi berdoa di tempat terpencil. 

Murid-murid-Nya mencari Yesus dan berkata, “Semua orang mencari-Mu!” Namun, Yesus kemudian berkata, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” 

Bukan berarti Yesus tidak peduli lagi kepada orang-orang yang menderita kanker, yang buta, maupun yang timpang; hanya saja, penyakit mereka bukanlah fokus-Nya. Pesan utama-Nya adalah bahwa dosa itu mematikan, neraka itu nyata, namun Allah penuh belas kasihan, dan Yesuslah jalan keluarnya. Jadi setiap kali orang melewatkan pesan tersebut – dimana orang-orang hanya datang kepada-Nya untuk disembuhkan dari berbagai penderitaan dan masalah – Yesus beranjak.

Seberapa pun besar iman kita, atau seberapa menyala-nyala pun doa-doa kita, akan ada saat-saat – mungkin seringkali – di mana permohonan kita pada kesehatan dan kesembuhan, akan dijawab tidak. Allah adalah Allah. Hanya Dia saja yang memutuskan siapa yang akan disembuhkan dan siapa yang tidak. 

**

Empat puluh tahun kemudian, Joni mendapat kesimpulan dari pencarian-pencariannya. Kesimpulannya ialah bahwa Allah menangani anak-anakNya menurut kehendak-Nya sendiri. Kepada yang seorang Ia memberikan kehidupan yang relatif mudah dan nyaman; kepada yang lain Ia memberikan keistimewaan untuk menderita bagi Dia di kamp konsentrasi. Bagi sebagian orang Ia mengupahi iman mereka dalam kehidupan ini; bagi yang lain, Ia menunggu hingga mereka menyeberang ke dalam kekekalan. 

Joni berkata bahwa ia tidak mungkin mengambil pengalamannya sendiri dari tangan Allah dan menjadikan pengalamannya menjadi norma mutlak bagi cara Ia menangani yang lain. Pengalaman bukan segalanya; namun pengalaman-pengalaman itu memang bermakna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s