Family is God’s Greatest Blessing

Waktu kecil, kami sering dibawa bapak jalan-jalan ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), atau sering juga disebut dengan Medan Fair. Lokasi PRSU bertempat dimana Plaza Medan Fair sekarang berdiri.

Saya ingat, biasanya kami pergi sore hari jelang malam. Semakin malam semakin ramai pengunjung berdatangan. Beberapa propinsi maupun daerah-daerah di Indonesia akan memamerkan komoditas unggulan mereka di rumah-rumah yang didekor dengan indah. Saya senang mengunjungi rumah-rumah tersebut. Setiap rumah membawa kisahnya sendiri.

Sambil menjelajah, kadang kami akan belanja beberapa produk yang disuka. Biasanya beli makanan khas daerah-daerah yang dipamerkan. 🙂 Kemudian kami makan malam dengan sistem kupon, trus abis itu pulang. 🙂 

Melihat kembali ke masa tersebut, dalam hati saya berkata, “what a journey…”

Tuhan benar-benar menempatkan kami di dalam satu keluarga yang menjadi tempat pertama belajar di dalam sekolah kehidupan. Tempat kami ditempa dalam suka dan duka. Kemudian kami bertumbuh. Keluarga kami kini telah berkembang semakin besar dan banyak.

Di malam tahun baru 2022 yang baru saja berlalu, keluarga kami berkumpul dari generasi ke generasi. It was a very huge blessing for us. Dan semua itu dapat terjadi hanya karena kebaikan Tuhan semata.

Jika dulu saya sempat menyenangi hidup menyendiri, sekarang saya betul-betul senang dapat berjumpa saudara-saudara dan berkumpul dengan mereka sesekali. Every member of the family berharga di mata Tuhan. Tiap orang memiliki pergumulan dan masalah masing-masing. Masing-masing kita berproses untuk menumbuhkan kebaikan-kebaikan, dan berjuang mengatasi berbagai kejelekan diri.

Pertentangan datang dan pergi, masalah silih berganti. Sekarang saya telah belajar untuk cepat memaafkan dan melupakan jika ada hal-hal yang kurang cocok di hati, karena saya telah sadar bahwasanya saya sendiri pun sering melakukan kesalahan setiap harinya.

Jika dulu saya menjauh dari orang-orang yang membuat tak enak hati, sekarang saya telah belajar untuk mendoakan mereka. We don’t choose our family. They are God’s gift to us, as we are to them.


Baru-baru ini saya membaca tentang cerita perjalanan orang Israel menyeberangi Sungai Yordan dalam Yosua 3-4. Tuhan mengeringkan sungai itu, dan menyuruh Yosua mendirikan batu peringatan bahwa Tuhan pernah melakukan keajaiban di hadapan para leluhur mereka. Kemudian Tuhan meminta mereka menceritakan keajaiban tersebut kepada generasi selanjutnya, agar mereka belajar menghormatiNya.

Di kemudian hari apabila anak-anakmu menanyakan tentang arti dari batu-batu ini, beritahukanlah kepada mereka bahwa umat Israel menyeberangi Sungai Yordan ini di atas tanah yang kering. Ceritakan kepada mereka bahwa Tuhan Allahmu mengeringkan air Sungai Yordan itu untuk kalian, sampai kalian semuanya tiba di seberang, sama seperti IA mengeringkan Laut Gelagah untuk kami, supaya semua orang di dunia mengetahui betapa besarnya kuasa Tuhan. Dan dengan demikian kalian akan menghormati Tuhan Allahmu untuk selama-lamanya (Yosua 4:21-24).”

Kehidupan ini terus berubah. Dari satu generasi muncul generasi berikutnya, dan kemudian muncul lagi generasi selanjutnya, dan seterusnya. Hendaknya kita dapat terus melestarikan tradisi baik dari keluarga kita. 🙂 Selamat Tahun Baru!

**

How’s 2022 so far for you? Apa momen tahun baru paling menyentuh hati kamu?