Pelajaran Hidup dari Ibu Ukke Kabin Kebun

Kalo ketemu konten bagus rasanya pengen cepet-cepet dibagikan ke orang-orang. Seperti konten terbaru dari Living Loving yang memuat cerita tentang Kabin Kebun. Buat saya, itu salah satu video paling berkesan karena isinya bener-bener bermakna.

Ibu Ukke, sang pemilik Kabin Kebun menceritakan alasan dibalik kepindahan mereka ke Bandung dan menerapkan gaya hidup slow living. 

Walaupun ada kata ‘slow’, namun slow living bukanlah hidup yang males-malesan atau leha-leha, melainkan gaya hidup yang memberi jeda pada setiap aktifitas. Misalnya kalo ada kerjaan, ya satu-satu dikerjain, bukan sekaligus. Kemudian memikirkan bagaimana memberi dampak yang baik bagi sekitar. 

Jadi jika ditelaah lebih lanjut, slow living bolehlah saya simpulkan sebagai hidup yang bertanggung jawab, berkesadaran, dan memikirkan dampak dari tiap aktifitas yang dilakukan. 

Misalnya gini, sebelum melakukan sesuatu kita mikir, “kalau gue lakukan ini akibatnya gimana, ya?” Makanya tentu yang diusahakan adalah yang terbaik kan? Dan usaha pasti akan terlihat dari hasilnya; seperti kebun mereka yang subur hijau seger-seger dengan lebih dari 1000 jenis tanaman yang dikelola di Kabin Kebun. Amazing!! Saya yakin ibu Ukke dan keluarganya pastilah menghormati Tuhan in every sense of their life. 

Selain tentang kebun, hal lain yang paling saya ingat dari kata-kata ibu Ukke adalah.. “We’re part of something big. Jadi kita belajar untuk berpikir jauh di luar diri kita…” Betul banget. Buat saya artinya adalah bukan cuma mikirin diri sendiri, melainkan mestilah peduli kepada satu sama lain. 😊

Dan tentang penerapan gaya hidup slow living, ibu Ukke berkata bahwa itu adalah a mindset. Cara berpikir. Jadi tidak mesti pindah ke tempat sepi di desa atau di kampung, melainkan bisa dilakukan di mana pun. Saya setuju banget. 😊 

Gara-gara melihat ibu Ukke yang memiliki tugas utama di rumah mereka untuk mengurusi kebun, saya jadi teringat dengan ibu saya yang kayaknya kalau menanam apa pun pasti akan hidup dan bertumbuh. Dan kalau mengerjakan apa pun pasti akan menghasilkan yang baik.

Nanam mangga berbuah; nanam anggrek berbunga; nanam coklat berbuah; pelihara ayam pun sehat-sehat semuanya.. Sungguhlah mamakku bener-bener top markotop. 

Di perjalanan awal pertobatan, saya belajar dari mama bagaimana menjalani hidup sehari-hari dengan bersemangat. Saya pernah menuliskannya di postingan Doa, serta Mama & Yusuf

Sampai sekarang mama masih terus berkarya dalam usia yang sebentar lagi memasuki 80 tahun. What a long journey, huh? 😊😊

Motif hati kita bener-bener menentukan every single thing we do. And sooner or later, hasilnya akan terlihat. Dan itulah our profound legacy. 

2 thoughts on “Pelajaran Hidup dari Ibu Ukke Kabin Kebun

Comments are closed.