Hikmat Seumur Hidup, The Art of Dealing with People – Buku-Buku yang Menolong dalam Perjalanan Pertobatan (#2)

Halo semua 🤗🤗 Balik lagi di serial buku-buku yang menolong saya dalam perjalanan pertobatan. Apa saja mereka? Here they are:

Hikmat Seumur Hidup – Joni Earackson Tada

Saya baru denger nama Joni Earackson Tada ketika baru pindah ke Bekasi tahun 2019. Waktu itu saya sedang mendengar penjelasan tentang semacam ‘The Quest for Happiness’ dari Profesor Jonathan Kuntaraf. Saya sangat terkesan dengan kisah Joni sewaktu Profesor Kuntaraf menceritakan latar belakang Joni, seperti yang pernah saya tulis sekilas di postingan ‘Apakah Satu-satunya Cara Menangani Penderitaan Adalah dengan Berusaha Menghilangkannya?’

Satu hari, saya enggak sengaja lihat nama Joni di dalam daftar buku-buku diskonan yang murah banget. Akhirnya saya beli dan, enggak nyangka isinya bagus banget.

Gaya menulis Joni mengalir dan emosinya jujur. That’s why i couldn’t put down the book. Buku ini adalah refleksi peristiwa 40 tahun kecelakaan Joni di Chesapeake Bay, yang secara tak terduga justru membawanya ke dalam petualangan hidup yang tak pernah terpikirkan. Dan yang terpenting, ia jadi belajar mengenal dan mengandalkan Tuhan. 5/5 jika saya mesti beri bintang. 😊😊

The Art of Dealing With People – Les Giblin

Dalam buku tipis ini, penulis menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami tentang bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang-orang. I simply chose this book becoz back then my relationship with others was a broken mess. That’s why i need to learn how to deal with others.

This book is really good, karena banyak sekali yang saya garis bawahi dan saya beri tanda. Semakin banyak tanda atau coretan di halamannya semakin baguslah buku tersebut. Kayak gitu biasanya cara saya menilai buku. 😁😁😁

Salah satu yang saya garis bawahi di buku ini adalah… “Semua manusia dikaruniai oleh Sang Pencipta hak- hak tertentu yang tidak dapat dirampas siapa pun.. Bila Anda tidak yakin ada Pencipta yang telah mengaruniai kita hak-hak tertentu tersebut, maka Anda tidak bisa memercayai orang dengan baik… Anda secara otomatis akan mempraktikkan hubungan antarsesama manusia dengan baik kalau Anda ingat bahwa setiap individu itu penting, karena setiap individu adalah anak Tuhan.” Dalem banget ya..

**

(Bersambung ke bagian 3… Bagian pertama bisa dibaca di postingan sebelum ini. Thanks folks! 😊😊 )

Btw, have you read any of these books? What book do you read recently?