Confident Parents, Exceptional Teens & Untuk Apa Aku Ada di Dunia Ini – Buku-Buku yang Menolong dalam Perjalanan Pertobatan (#3)

Halo, apa kabar semuanya? ๐Ÿ™‚ Cepet banget waktu berjalan ya. Tau-tau sekarang udah minggu kedua bulan Maret. ๐Ÿ™‚ Nah hari ini balik lagi di lanjutan serial buku-buku yang menolong saya dalam perjalanan pertobatan. Di bagian ketiga ini juga ada dua buku. Apa aja mereka? Here they are:

1. Confident Parents, Exceptional Teens โ€“ Ted Haggard & John Bolin

Semenjak saya memulai perjalanan pertobatan ini, kami juga mulai tinggal bersama seorang anak yang berusia menjelang masa akhir usia remaja. Jadi saya butuh panduan tentang bagaimana hidup bersama anak dan membesarkan anak. Karena bagaimana pun, anak ini nantinya akan membawa nilai-nilai yang kami terapkan padanya di sepanjang hidupnya. Itulah alasan saya memilih buku ini.

Latar belakang hadirnya buku ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa tragedi di Columbine, Colorado (tahun 1999) bisa terjadi. Bagi sebagian kita mungkin kasusnya bukan penembakan, melainkan misalnya masalah: mengapa anak remaja tawuran? mengapa anak remaja menggunakan narkoba? mengapa anak remaja lari dari rumah? Hal-hal seperti itulah.

Banyaknya remaja bermasalah seringkali dikarenakan orang tua tidak berdaya menghadapi anak-anak. Mengapa? Karena para orang tua ini juga putus asa. Mereka minta tolong tapi sangat sedikit yang mau mendengar. Sehingga seringkali orang-orang zaman sekarang menyuarakan keputusasaan maupun masalah mereka di media sosial, karena orang di sekitar begitu sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan keluh kesah. Jadi wajar kalo makin banyak orang yang sakit jiwa, bunuh diri, dan melukai orang lain.

Beberapa poin penting dari buku ini adalah:

  • Setiap orang mesti memiliki tujuan/misi/goals dalam hidupnya. Mengapa? Karena orang yang punya tujuan akan mengetahui untuk apa hidup dan akan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuannya. Contohnya, seorang laki-laki muda sudah membuat keputusan bahwa ia akan menjadi duta besar untuk suatu negara. Maka ketika laki-laki ini bertumbuh, ia mulai membuat keputusan-keputusan sesuai dengan tujuannya, bukan situasinya.
  • Membuat pernyataan misi keluarga. Misalnya: saling mengasihi dengan tulus, saling mendukung dalam mengejar tujuan kami, saling mendoakan setiap hari, dlst. Dengan membuat pernyataan misi ini kita jadi tahu kemana kita pergi dan kita tahu arah mana yang mesti diambil untuk pergi ke sana.

  • Memerhatikan kekuatan dari kata-kata. Kata-kata yang diucapkan kepada kita sewaktu masa pertumbuhan sangat dalam memengaruhi bagaimana kita hidup. Jika kita adalah subjek kebaikan dan perkataan penuh kasih, hal itu akan tertanam di dalam kita, dan akhirnya akan kembali ke dalam diri kita. Sebanyak mungkin biarkan anak-anak tahu bahwa kita mengasihi mereka.

Setelah hidup beberapa tahun bersama anak itu, barulah saya semakin menyadari bahwa membesarkan anak dan tinggal bersama mereka bener-bener memerlukan seni tersendiri.ย (parents you know what iโ€™m talking about, right??!! we are sinners, living with other sinners, in a sinned world, well, we need lots and lots of grace every single day. I mean it!!).ย 

Postingan โ€˜Menjadi orang tua dan mandok hataโ€™ also a great resource dalam membesarkan anak. Kuncinya bener-bener ada di: tunjukkan, bukan cuman nyuruh. Kita adalah role modelnya. Kalo kita ingin mereka makan sayuran, maka kita duluan yang mesti makan sayuran. Anak bener-bener peniru ulung. 

Hal lain yang mesti diingat adalah: setiap anak adalah anugerah; terlepas entah bagaimana cara mereka datang ke dalam hidup kita. Saya percaya jika Tuhan mengizinkan anak itu datang ke dalam hidup kita, maka Ia akan menolong kita untuk hidup bersama mereka. Yang perlu kita lakukan adalah minta tolong pada-Nya untuk menunjukkan cara-cara tersebut. Tuhan pasti menjawab. ๐Ÿ™‚

2. Untuk Apa Aku Ada di Dunia Ini โ€“ Rick Warren

Buku ini saya beli tahun 2016, tapi baru mulai dibaca tahun 2017 setelah tragedi datang ke dalam hidup saya. Selama setahun itu bukunya menunggu di pojokan rumah; menunggu waktu yang tepat untuk dibaca. Saya tidak pernah terpikir akan menjalani hidup dalam pertobatan.. tapi, di situlah saya, memulai perjalanan tersebut…

Alasan saya membeli buku ini di tahun 2016 simpel saja, yakni karena udah sering dengar tentang reviewnya yang bagus-bagus. Jadi ya mari kita beli. Gitu doang. 

Ternyata.. setelah saya mulai membaca, mulai kelihatanlah buku ini keren banget. Apalagi waktu itu saya memang mengalami krisis identitas dan pencarian makna hidup. ‘Siapa saya sebetulnya?’ Itu pertanyaan yang sering saya tanyakan saat itu. Jadi, seperti buku ‘Confident Parents, Exceptional Teens’, buku ini juga banyak membahas tentang tujuan hidup dan identitas kita yang sesungguhnya, yaitu: anak Tuhan. Itulah kita. ๐Ÿ™‚

Buku ini juga banyak sekali saya tandai di sana-sini dan banyak coretannya. Juga ada banyak bagian-bagian yang saya tandai dengan: PENTING!! Haha.. Jadi, semakin banyak tanda ‘PENTING’ semakin bagus jugalah buku tersebut! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ 

Beberapa hal penting itu antara lain:

  • Kehidupan adalah ujian, kehidupan adalah kepercayaan, kehidupan adalah penugasan sementara.
  • Belajar mengasihi tanpa mementingkan diri sendiri bukanlah tugas yang mudah. Itu berlawanan dengan sifat kita yang mementingkan diri sendiri. Karena itu kita diberikan kesempatan seumur hidup untuk belajar. 
  • Tuhan bukanlah sekadar titik awal kehidupan Anda; Ia adalah sumber kehidupan Anda. 
  • Tragedi paling besar bukanlah kematian, tetapi hidup tanpa tujuan. Tanpa Tuhan, hidup tidak mempunyai tujuan; dan tanpa tujuan, hidup tidak mempunyai arti.
  • Setiap orang akhirnya akan berserah diri kepada sesuatu atau seseorang. Kalau tidak kepada Tuhan, Anda akan menyerahkan diri pada opini, pada kekuatiran, pada pengharapan orang lain, pada uang, pada kebencian, pada keangkuhan, dll. Anda dirancang untuk menyembah Tuhan. Dan jika Anda gagal menyembah Dia, Anda akan menciptakan sesuatu yang lain (berhala). Anda bebas untuk memilih kepada apa atau siapa Anda berserah, tetapi Anda tidak bebas dari konsekuensi pilihan itu.

Sebetulnya masih banyak lagi yang penting di buku ini karena memang isinya penting semua.. hahaa.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Well, segitu dulu untuk hari ini.. kapan-kapan disambung untuk bagian keempat. Thanks and happy weekend! ๐Ÿ™‚ Ada yang pernah baca buku-buku ini juga??