Homeschool: A Brief Note

Seperti yang pernah saya singgung sedikit di postingan Different, sekarang saya makin tertarik dengan yang namanya homeschool. Istilah homeschool ini sendiri saya ketahui di sekitar tahun 2018, sewaktu masih tinggal di Balikpapan. Seorang teman saat itu bercerita bahwa ia sedang belajar untuk dapat menerapkan homeschool bagi anak-anaknya di rumah. Beliau bilang bahwa homeshcool pada dasarnya adalah belajar melalui kegiatan keseharian.

Dari yang saya baca-baca tentang homeschool basics, alasan utama yang seringkali dipertimbangkan ortu ketika memutuskan homeschool adalah: ingin menjalin hubungan berkualitas dengan anak-anaknya; supaya ortu makin kenal anaknya, dan anak mengenal ortu dengan baik, dan agar hubungan antar anak terjalin dengan baik.

Saya juga pernah denger podcast tentang homeschool dimana narasumbernya bilang bahwa homeschooling ini mengeluarkan potensi dia dan potensi anaknya. In a good way tentunya. Jadi, ortu dan anak sama-sama belajar to bring out their best. 😊

And now, penelusuran saya tentang homeschool membawa saya berkenalan dengan salah satu metode yang sering digunakan dalam homeschool, yaitu metode Charlotte Mason. 

Charlotte Mason (CM) adalah seorang ahli pendidikan dari Inggris. Yang membuat metode ini kerap disebut-sebut keren banget adalah: konsep pendidikan ala CM bukan sekadar menyiapkan anak menjadi pencari nafkah, melainkan mesti menumbuhkan akal budi.

CM yakin, dengan metode pendidikan yang tepat, anak akan bertumbuh menjadi pribadi utuh, dan segala apa yang ada dalam diri anak berkembang secara holistik. Anak akan mampu mengaktualisasi potensi diri, menjalani profesinya dengan baik, sekaligus tahu bagaimana mengabdikan hidup untuk kepentingan di luar dirinya.

Betul, mengabdikan hidup di luar kepentingan diri! Pendidikan sejati seharusnya tidak hanya berbicara soal bagaimana mengalahkan orang lain. Sebaliknya, pendidikan sejati adalah tentang memasok anak dengan limpahan ide yang menggugahnya untuk bergabung dalam kubu orang-orang besar di segala zaman, yakni kubu orang-orang yang hidup untuk membawa manfaat bagi sesama. (lupa saya dari mana ini sumbernya, tapi dari hasil pencarian di google pastinya. mohon maaf karena saya tidak mencatat sumbernya.)

Intinya, Metode CM ini tidak menekankan pada nilai-nilai hasil ujian, tetapi pada karakter, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mulia. 😊 

Btw, para pembaca budiman ada yang menerapkan homeschool juga di sini? 

5 thoughts on “Homeschool: A Brief Note

  1. Kalau menurut saya home school bisa bikin anaknya kurang pergaulan. Saya masih berpendapat lebih bagus sekolah umum. Banyak manfaat yang didapat dari bersekolah secara umum.

    Like

Comments are closed.