Macam-Macam Jurnal

Di masa-masa awal saya memulai kembali journaling (seperti yang saya tuliskan di postingan sebelumnya), saya hanya bikin daily journal dan gratitude journal. Tapi karena hidup juga berkembang dan kebutuhan pun berubah, jadinya saya bikin beberapa macam jurnal. Karena udah merasakan manfaat baik dari journaling ini, sekarang jadinya apa-apa emang enaknya mesti dicatat supaya mudah menelusuri/melacak/melihat kembali ketika infonya diperlukan. Jurnal kan soal data, ya. Dari data kita bisa berefleksi, evaluasi, dan menentukan langkah apa selanjutnya.

Jadi jurnal apa aja yang saya bikin?

1. Jurnal finansial. Saya bikin setiap bulan. Gunanya untuk nyatet keluar-masuk keuangan. Dari sini bisa kelihatan dananya dipakai kemana. Jadi kalo misalnya di tengah bulan dana menipis, saya bisa langsung cari tahu penyebabnya apa. Setelah ditelusuri, oh rupanya saya kebanyakan jajan gorengan. Kalo gitu, langkah selanjutnya adalah: mengurangi jajan gorengan, atau, dana untuk pos-pos lain dihemat supaya dana cukup sampai akhir periode bulanan.

2. Jurnal curhatan. Biasanya untuk hal-hal yang mengganjal di hati. Misal kita merasa kalo ketemu sama seseorang air mukanya muram melulu bikin hati enggak sejahtera. Saya kemudian menuliskannya dan mencoba berefleksi. Laci-laci memori dibuka dan saya pun mengajukan berbagai pertanyaan: Muram itu kenapa? Apa mungkin saya yang terlalu sensi atau gimana? Atau mungkin karena dia gini, atau saya yang gini, bla bla bla.. Semuanya saya tulis sampai tuntas sampai akhirnya hati jadi plong.

Nah, kapan-kapan kalau kejadian serupa terulang kembali, saya tidak lagi merasa terganggu karena udah berefleksi dan udah belajar. Jadi yang muncul adalah kesadaran dan penerimaan, “Oh, ya udahlah mungkin wajahnya memang udah disetting selalu muram. Rapopo.”

Atau misal badan makin gemuk. Saya telusuri apa aja yang terjadi kenapa bisa menggemuk; apa aja yang dimakan, apa kebiasaan yang dilakukan, apakah olahraga masih dilakukan, dlst.

Jadi jurnal curhatan ini sering saya pakai sebagai cara untuk refleksi/kaji diri/menilai diri, mengkaji situasi, dlst; sehingga dari situ saya bisa evaluasi dan menentukan mengambil langkah apa agar keadaan membaik.

3. Jurnal renungan. Berisi catatan dari renungan-renungan yang saya baca, lihat, dan dengar. Gunanya untuk refleksi juga dan memudahkan untuk membaca kembali sewaktu diperlukan. Renungan sebaiknya dibaca berulang kali, lalu diresapi, dan dihubungkan dengan kehidupan nyata.

4. Jurnal doa. Gunanya untuk nyatet doa-doa. Misal: berdoa untuk si A yang relasinya sedang bermasalah; lalu berdoa untuk si B yang sedang berjuang untuk menyelesaikan studi; berdoa untuk si C supaya dapat mengenal diri sendiri, dan banyak lagi doa lainnya.

5. Jurnal bacaan & podcast (kadang youtube 😁). Ini tentang buku-buku atau artikel dan podcast atau video youtube yang saya dengar. Isinya mengenai apa hal-hal menarik atau poin penting yang disampaikan, bagaimana kesan saya, apa yang saya pelajari, gagasan apa yang disampaikan, dlst.

6. Jurnal harian. About daily life. Isinya tentang ngapain aja seharian. Kalo lagi gak punya energi untuk nulis lengkap, biasanya saya bikin bullet point aja. Misal:

Hari ini ada tamu bawa makanan enak. Terima kasih Tuhan.

Masak nasgor telor dadar.

Tadi ada pelangi cakep banget.

7. Jurnal masak. Isinya berbagai resep dan cerita tentang masak-memasak.

8. Jurnal daily reminder. Saya suka bikin reminder dari apa yang saya pelajari. Biasanya saya bikin di Canva. Nah, di jurnal inilah tempatnya. Ini beberapa yang pernah saya bikin:

9. Jurnal ide-ide. Biasanya suka ada ide yang muncul tiba-tiba. Nah, itu langsung saya catet.

10. Jurnal ucapan syukur/gratitude journal. Isinya tentang ucapan syukur kepada Tuhan untuk setiap hal yang terjadi dalam hidup. Kadang kalo gak sempat atau lagi males nulis, saya ngomong langsung, “Terima kasih Tuhan, saya senang sekali tadi ada teman antar kue…”

**

Kira-kita begitulah macam-macam jurnal yang konsisten saya bikin selama ini. Saya amat merasakan manfaat positifnya journaling. Hidup jadi lebih terorganisir, teratur, terarah, tertib, dan ingatan pun semakin panjang.

Pembaca budiman ada yang suka journaling juga?

Advertisement