This Morning

this morning ketika aku melihat piring-piring kotor belum dicuci, ruangan-ruangan belum diberesin, lalu mengingat mesti mondar-mandir sana-sini kerjain ini-itu.. aku merasa kewalahan dan merasa hidupku koq gini-gini aja hampir tiap hari melakukan rutinitas yang sama sampai-sampai aku udah amat jarang bisa baca buku dan amat jarang bisa menulis jurnal dengan proper.

rasanya hidup kayak amburadul.. pagi ini aku juga merasa kayak pengen rebahan terus. badanku kepanasan enggak jelas. memang kayaknya ini efek PMS (pramenstruasi) yang membuat mood kacau-balau.

dari hasil bacaanku di sana-sini dikatakan bahwa PMS premenopause itu bikin mood makin worse. dan Neil T. Anderson memang pernah mengatakan gitu juga di bukunya yang berjudul ‘Menjadi Gereja Pembuat Murid’. Neil bilang bahwa sistem reproduksi perempuan amat kompleks dan penuh dengan perangkap depresi dan sangat mudah menimbulkan perubahan suasana hati. Mulai dari depresi pada awal menstruasi, sindrom PMS, kehamilan, reaksi-reaksi setelah melahirkan, dan menopause.

Jadi semakin tua tubuh kita memang semakin ‘rapuh’, mudah ‘keropos’, dan makin banyak masalah. makanya perlu dirawat baik-baik.

kalau gak salah, Paulus di salah satu suratnya di Perjanjian Baru juga bilang gitu. tubuh kita diumpamakan sebagai ‘kemah’ yang suatu hari nanti akan ‘dibongkar’. Tetapi, secara batiniah kita dibaharui terus-menerus.

Akhirnya, aku memutuskan untuk jurnaling dulu. kutuliskan kenapa aku merasa amburadul pagi ini, lalu kuingat-ingat hal-hal baik yang terjadi kemarin dan aku berterima kasih kepada Tuhan untuk semua yang kuterima. Kemudian aku bertanya pada Tuhan yang mana kukerjakan duluan. Karena prioritasku hari ini adalah ingin membaca, maka aku memutuskan untuk baca buku dulu, dan sehabis itu barulah kukerjakan yang lainnya.

Setelah pikiranku yang amburadul tadi semakin tenang, aku merasa lapar. kuambil sedikit apel. rasanya enak. seger-seger asam manis. Memang enggak tiap hari merasa chaotic kayak gini sih. ini cuman karena lagi PMS aja.

ajakan untuk “bawa kepada Tuhan dirimu apa adanya” bener-bener bisa menolong banget. aku jujur menceritakan perasaanku padaNya dimana pagi ini aku merasa down and quite miserable, dan aku ingin solusi supaya keluar dari situasi yang enggak enak tadi. now i’m feeling much much better.

How are you this morning?