Retret Perempuan ke Bogor

Baru-baru ini aku retret ke Bogor, perginya naik bus. Busnya besar dan bersih. Kami berangkat jam enam pagi lewat dikit untuk menghindari buka-tutup di jalur Bogor. Di bus kami dibagi arem-arem sebagai pengganti sarapan. Enak banget dimakan pas masih hangat. 😊

Karena ini retret komunitas perempuan, satu bus isinya perempuan semua. Udah bisa dibayangkan gimana hebohnya. Busnya punya fasilitas karaoke pula dan para perempuan di komunitas ini mostly memang pada suka nyanyi. 😁😁 Maka acara ‘sing song’ pun mulailah. Sepanjang jalan dari berangkat sampai tiba di Bogor nyanyi teruus dan joget. Volume karaokenya pun warbiyasak kuenceng abis! πŸ˜„πŸ˜„

Jujur, sebetulnya aku pengen tidur aja di bus. Tapi ya mana mungkin bisa tidur dengan suara kuenceng membahana. Kalau kulawan aku akan sakit. Akhirnya kubawa enjoy aja. Ikutan nyanyi dalam hati. πŸ˜„πŸ˜„ Lagunya mostly lagu Batak. Jadi berasa sedang dalam perjalanan mudik dari Medan menuju Parapat! Hahaa… Kenapa kubilang gitu? Coba aja kalian jalan-jalan ke Parapat naik bus dari Medan. Biasanya sepanjang jalan akan diputar lagu Batak! 😁😁 Dijamin!

Jam 08.23 kami tiba di wisma yang menjadi tempat tinggal kami ‘menyepi’ selama dua hari. Tempatnya bersih dan indah dipandang mata. Rasanya semua terletak di tempat yang benar. Terletak di tempat yang benar ini maksudku misalnya kayak penempatan aulanya, tamannya, kolam renangnya, tempat makan, penginapan, dll, terletak di tempat yang tepat dan enak dijangkau. Usia wismanya udah 20 tahunan kata salah satu petugasnya. Bener-bener enak banget suasananya. Begitu tiba di sana, kami disambut dengan minuman selamat datang berupa kopi teh beserta pisang rebus.

Acara demi acara terus bergulir sejak kami tiba hingga malam hari. Kemudian ada lomba juga. Pertama-tama lomba cerdas cermat Alkitab. Peserta dibagi dalam beberapa grup. Lombanya sendiri gampang-gampang susah dan bikin deg-degan. πŸ˜„πŸ˜„ Puji Syukur kepada Tuhan, grup kami dapet juara dua. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Kemudian disambung lomba ‘yel-yel’ antar grup. Apa ya istilah lainnya ‘yel-yel’ ini? Kayak jingle iklan gitu kali, ya? Makin menarik yel-yel-nya tentu makin punya kesempatan besar untuk menang. 😁😁 Dan lagi-lagi, kami juara dua lagi pemirsa! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Perasaan bahagia menjadi juara itu memang luar biasa menyenangkan ya!! 😁😁

Yel-yel atau jingle dari tiap grup ini lucu-lucu semua dan ada aja yang bisa jadi bahan untuk tertawa. Jadi kami pun banyak tertawa juga di sepanjang lomba yel-yel ini. πŸ˜‚πŸ˜‚ Pokoknya segala macam tawa terdengar dari dalam aula yang membikin hati riang gembira. Hal ini membuatku teringat sama nasihat ampuh berusia ribuan tahun: “Joyful heart is the best medicine.” ❀️ Indeed.

Sore hari jam 18.57 udara makin dingin. Pakaianku udah berlapis-lapis dan udah pakai syal lumayan tebal, and still, udaranya terasa dingin-dingin sejuk di kulit.

Malam hari rencananya ada api unggun dibarengi acara refleksi. Tapi berhubung hujan, acaranya jadi indoor di aula, dan api unggun diganti dengan menyalakan beberapa lilin dan lampu-lampu dipadamkan. Suasana pun terasa semakin teduh.

Dalam refleksi, kami diingatkan bahwa kita masing-masing sekarang dalam penantian ajal (true!). Jadi, marilah makin dewasa mencintai Tuhan dan belajar mematikan ego (it’s hard!). Masih banyak sih isi refleksinya, tapi yang kutulis ini intinya saja. πŸ™‚

Secara keseluruhan, retret ini bagus banget dan aku bersyukur untuk pengalaman indah ini. Acara demi acara mengalir dengan mulus. Padat kegiatan dan lombanya bagus-bagus. Tempatnya top markotop. Udara sejuk, bersih. Aliran udara di kamar kami pun enak. Kamar mandinya bersih, airnya jernih. Makanannya enak-enak. Ada ikan asin, nasi goreng, lalapan, kerupuk dan sambel. Maknyus! Apalagi makannya rame-rame tambah seru jadinya! 😁 I love it! Senang bangetlah bisa ketemu dengan perempuan-perempuan cantik dan tangguh yang terus berjuang dalam hidupnya masing-masing.

Oiya, satu lagi yang kusyukuri, jalan sama mamak-mamak itu dijamin gak bakal kelaparan karena yang namanya berbagi makanan mengalir teruuus. πŸ˜„πŸ˜„ Btw, pulangnya gak ada joget lagi di bus. Pada tepar. 😁😁

**

Sekian ceritaku kali ini. Semoga menghibur. πŸ™‚ Aku juga berterima kasih untuk para pembaca budiman yang masih setia membaca blog ini. Sehat-sehat terus dan tetap semangat ya! Merdeka! 😁😁