Idul Adha dalam Hati

Pagi ini, saya dan anjing saya jalan lebih pagi dari biasanya. Kami mengambil rute berbeda dari yang biasa. Jika biasanya kami memulainya dari kanan, hari ini kami ambil dari kiri. Kemudian kami berjalan dari pinggir, mengelilingi pagar komplek. Continue reading Idul Adha dalam Hati

Diperlukan Waktu untuk Bertumbuh

Sebelum Agustus tahun 2018, saya hanya hidup bagi diri saya sendiri. I thought i live for others, but actually i didn’t. I just live for my self. Then a friend came along one day, after that traumatic moment in July 2017, asking me out for a casual lunch in Balikpapan dan menawarkan persahabatan. But I refused at that time becoz, saya pikir hal-hal kayak gitu enggak ada manfaatnya dan enggak masuk akal buat saya. Continue reading Diperlukan Waktu untuk Bertumbuh

Skill Penting di Era New Normal

Dibutuhkan waktu sebanyak 90 hari untuk dapat mengubah kebiasaan, beradaptasi, penyesuaian, hingga akhirnya dapat menerima suatu keadaan tersebut menjadi gaya hidup. Begitulah info yang pernah saya baca di satu media lokal berkenaan dengan masa pandemi sekarang. Continue reading Skill Penting di Era New Normal

Mikirin Hidup: Kekuatiran dan Yang Tak Dapat Berubah

Mikirin apa sih? Pertanyaan itulah yang sering dilontarkan kepada saya sewaktu sakit stroke like syndrome di bulan April kemarin. πŸ˜€ Ya pastinya mikirin hidup lah. πŸ˜€ Bener, kan, ya? πŸ˜€ πŸ˜€ β€œEnggak usah mikirin yang berat-berat, dek. Hati-hati makan dan nikmatilah hidup.” Itu saran dari kakak saya, yang saya terima melalui pesan singkat sewaktu terbaring di rumah sakit. Continue reading Mikirin Hidup: Kekuatiran dan Yang Tak Dapat Berubah

Memaknai Corona (Bagian Terakhir)

Bersyukur kepada Tuhan. Itulah yang lupa saya lakukan selama bertahun-tahun hidup dalam masa kegelapan karena menjauh dari Tuhan. Saya fokus kepada hal-hal yang tidak ada, dan lupa kepada hal lain yang sebenarnya sangat berharga dan masih ada: suami sehat dan baik, teman-teman yang peduli, masih bisa hidup dan bernafas, ada pakaian dan makanan. Itu udah lebih dari cukup. Continue reading Memaknai Corona (Bagian Terakhir)

Memaknai Corona (More Stories)

Membaca kisah-kisah selanjutnya dari orang-orang yang saya mintai tolong untuk ikutan survey ini, membuat saya berpikir bahwa apa yang saya kerjakan rasa-rasanya koq enggak ada apa-apanya ya. Membuat saya merasa sangat kecil, apalagi mengingat kemarin dulu saya sempat kehilangan semangat soal memasak tempe. Sementara, di sisi lain, mereka-mereka (ada yang berprofesi sebagai dokter, penatua gereja, guru sekolah minggu, dan ibu anak-anaknya, dlst) ini, bertanggung jawab atas manusia.Β  Continue reading Memaknai Corona (More Stories)

Minggu Kesembilan: Memaknai Corona

Belakangan ini saya kepikiran untuk bikin semacam proyek wawancara seperti yang pernah saya bikin bersama mbak Fe dari jalan2liburan dan Dentist Chef. πŸ™‚ And then, idenya muncul lagi setelah tidak sengaja membaca tentang Charles Colson dan ulasan satu bukunya berjudul Loving God.

Charles Colson ternyata pernah menjadi penasihat presiden Richard Nixon, dan pernah dipenjara karena kasus Continue reading Minggu Kesembilan: Memaknai Corona

Momen Berharga Kala Corona

Semangat memasak saya sedang menguap pergi kemarin pagi. Saking malasnya masak, saya sempat japri tetangga yang jago masak buat pesen makanan. Tapi ternyata dia enggak terima orderan lagi untuk di hari yang sama. Akhirnya dengan remah-remah semangat yang tertinggal, saya pun mengeksekusi tempe yang ada di kulkas. Rencananya mau dibikin orek tempe. Tapi, seringkali masakan orek tempe saya rasanya semacam ada yang kurang pas. Entah di mana letak kunci keberhasilannya. πŸ˜€ πŸ˜€ Continue reading Momen Berharga Kala Corona

Ada Ungkapan yang Berkata Begini

Ada ungkapan yang berkata begini: kita bilang kita percaya kepada Tuhan; tetapi dalam menjalani hidup sehari-hari, ciri hidup kita seperti tidak ber-Tuhan. Di mana letak kekeliruannya? Orang yang percaya kepada Tuhan akan memantulkan karakter Tuhan dalam menjalani hidup kesehariannya, karena ia mengikuti jalan Tuhan. Continue reading Ada Ungkapan yang Berkata Begini